Mendag Respons Aksi Bagi Ayam Gratis Imbas Harga Telur Peternak Anjlok
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons tekanan harga telur dan ayam di tingkat peternak di sejumlah daerah hingga memicu aksi bagi-bagi unggas itu secara gratis.
Menurut Budi, harga rata-rata nasional telur dan ayam masih berada di bawah harga acuan pemerintah (HAP) sementara harga di tingkat konsumen justru relatif lebih tinggi.
Budi mengatakan harga rata-rata nasional telur saat ini berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram (kg), sedangkan batas harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp30 ribu. Untuk daging ayam, harga rata-rata nasional sekitar Rp36 ribu per kg, sementara harga acuannya Rp40 ribu.
"Kalau telur misalnya, harga telur itu harga rata-rata nasionalnya Rp26 ribu (per kg), HET-nya kan Rp30 ribu. Kemudian harga ayam harga rata-rata nasional Rp36 (ribu), harga acuannya Rp40 ribu," ujar Budi dalam konferensi pers di Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).
Menurut Budi, pemerintah akan menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu menyerap produksi peternak sekaligus memperbaiki distribusi pasokan.
Salah satunya melalui keberlanjutan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk pakan hingga Desember serta penyerapan telur dan daging ayam melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengatakan penyerapan melalui SPPG dapat membantu mengurangi tekanan terhadap produk peternakan di tingkat produsen.
"SPPG ini sangat membantu atau MBG sangat membantu untuk penyerapan produk-produk telur dan daging," ujarnya.
Lihat Juga : |
Selain memperkuat penyerapan, Budi menyebut pihaknya juga tengah mengatur distribusi antardaerah melalui business matching. Skema tersebut mempertemukan daerah yang memiliki surplus pasokan dengan wilayah yang mengalami kekurangan, terutama daerah di kawasan timur Indonesia.
Budi mengatakan pertemuan untuk mengatur pasokan tersebut telah dilakukan beberapa kali melalui konferensi daring. Pemerintah berharap pengiriman dari daerah surplus ke wilayah yang kekurangan pasokan dapat segera berjalan.
"Terus dari kemarin, dari beberapa hari yang lalu kita sudah melakukan business matching antar wilayah. Jadi kita ingin menyuplai dari yang daerah surplus ini ke daerah yang kurang, artinya kurang pasokannya, terutama di wilayah timur," kata Budi.
Tekanan harga di tingkat peternak terjadi ketika harga ayam di sejumlah daerah justru meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga daging ayam ras mengalami kenaikan di 188 kabupaten/kota hingga pekan pertama Agustus 2026.
Rata-rata harga daging ayam ras secara nasional tercatat Rp39.712 per kg, masih sedikit di bawah harga acuan Rp40 ribu. Namun, kenaikan harga terjadi di 52,22 persen wilayah dalam cakupan pemantauan BPS.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan kenaikan harga tersebut antara lain dipengaruhi keterbatasan pasokan dan peningkatan permintaan di sejumlah daerah. Kembali beroperasinya SPPG setelah libur sekolah juga ikut mendorong permintaan ayam di beberapa wilayah.
Di Kabupaten Bangka Selatan, misalnya, permintaan ayam meningkat karena masyarakat beralih dari ikan setelah angin kencang dan gelombang tinggi membatasi aktivitas nelayan. Sementara di Kota Binjai, kenaikan permintaan terjadi setelah SPPG kembali beroperasi.
Di sisi lain, harga ayam di tingkat konsumen di sejumlah daerah telah jauh lebih tinggi. BPS mencatat harga tertinggi mencapai Rp100 ribu per kg di Kabupaten Intan Jaya pada pekan pertama Agustus.
Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga merespons keluhan peternak terkait tingginya biaya pakan.
Ia memastikan kebijakan pengendalian harga pakan dilanjutkan hingga akhir tahun dan meminta SPPG menyerap telur peternak sesuai petunjuk teknis.
Amran juga menyebut frekuensi konsumsi telur dalam menu MBG berpeluang ditingkatkan dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan. Langkah tersebut diharapkan memperbesar penyerapan produksi telur peternak di tengah tekanan harga di tingkat produsen.
(del/sfr)