MRT Buka Peluang Bangun Jalur Bawah Tanah di Blok M hingga Senayan?

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 15:01 WIB
PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan 24 area multifungsi di jalur pejalan kaki bawah tanah atau extended concourse Stasiun Bundaran HI. Ruang seluas sekitar 4.439 meter persegi itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk ritel, makanan dan minuman (F&B),
PT MRT Jakarta rencanakan pengembangan jalur pejalan kaki bawah tanah di stasiun lain setelah sukses di Bundaran HI. Fokus pada konektivitas pusat kegiatan. (FOTO:CNNIndonesia/Dela Naufalia).

Saat ini, ITJ bersama MRT Jakarta masih fokus membangunan extended concourse Bundaran HI. Ruang bawah tanah tersebut dirancang sebagai area multifungsi sekaligus jalur perpindahan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengguna MRT.

Ferdi menyebut jumlah pengguna di Stasiun Bundaran HI diproyeksikan bertambah sekitar 6.000 orang setelah jaringan MRT diperpanjang dari Bundaran HI menuju Stasiun Thamrin dan Monas, serta nantinya dipersiapkan hingga Jakarta Kota.

"Area ini direncanakan, disiapkan untuk bisa menjadi area multifungsi dan juga area retail untuk mendukung mobilitas dan beragam kegiatan yang akan dijalankan untuk mendukung ridership yang akan diestimasikan mengalami peningkatan. Peningkatan kurang lebih akan ada kenaikan 6.000 riders di Stasiun Bundaran HI," ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruang tersebut memiliki luas sekitar 4.439 meter persegi dan disiapkan dengan 24 area multifungsi untuk kegiatan komersial, F&B, lifestyle, layanan, serta kerja sama dengan tenant.

Selain menjadi ruang aktivitas, extended concourse juga dirancang untuk memperkuat konektivitas dengan bangunan di sekitarnya. ITJ telah menyiapkan knock-down panel yang nantinya dapat dibuka untuk menghubungkan area tersebut dengan basement 1 Plaza Indonesia dan area basement yang akan dikembangkan Wisma Nusantara.

"Di dalam area ini nantinya juga disiapkan interkoneksi untuk tersambung atau knock-down panel yang akan tersambung langsung ke area basement 1 di Plaza Indonesia dan juga basement 1 yang akan di-develop oleh Wisma Nusantara nanti," kata Ferdi.

Pembangunan extended concourse Bundaran HI ditargetkan selesai pada Mei 2027 dan diresmikan pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan lima abad Jakarta.

Ferdi menilai proyek Bundaran HI tersebut nantinya dapat menjadi acuan untuk melihat kemungkinan pengembangan konektivitas bawah tanah di lokasi lain.

Selain memperluas konektivitas, Ferdi mengatakan pembangunan infrastruktur pejalan kaki perlu memperhatikan kenyamanan dan aksesibilitas sejak tahap desain.

Ia menyebut standar sederhananya adalah membuat jalur pedestrian yang dapat dilalui dengan nyaman oleh berbagai pengguna, termasuk perempuan yang menggunakan sepatu hak tinggi serta penyandang disabilitas.

"Saya selalu bilang sama teman-teman di tim, TOD itu enggak usah muluk-muluk. Anda bikin walkable path yang nyaman untuk perempuan dulu aja, jangan cowok," kata Ferdi.

Menurutnya, perhatian terhadap penyandang disabilitas juga tidak cukup hanya dengan menyediakan jalur taktil. Lebar jalur dan ruang gerak perlu diperhitungkan agar dapat digunakan dengan baik.

"Difabel bukan hanya mengenai Anda bikin tactile di jalan, tapi lebarnya juga harus Anda pikirkan," ujarnya.

Ferdi mengakui ruang gerak pedestrian saat pembangunan saat ini masih terbatas karena adanya area kerja dan peralatan konstruksi. Namun, kondisi tersebut disebut akan dikembalikan setelah pekerjaan selesai.

"Kami minta izin ruang geraknya agak terbatas karena area kerja konstruksi dan equipment-nya cukup besar, tapi kita akan reinstate atau mengembalikan kondisi itu ke dalam pedestrian yang layak untuk dilewati, terutama karena trafiknya meningkat," katanya.

(del/ins)

HALAMAN:
1 2