JP Morgan Sebut Target Pertumbuhan RI 6 Persen di 2027 Tak Mudah

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 19:31 WIB
J.P Morgan menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia 6 persen pada 2027 sulit dicapai karena suku bunga meningkat. (FOTO:CNN Indonesia/Laurent Nabila).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan jasa keuangan global J.P. Morgan menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia 6 persen di 2027 tidak mudah dicapai di tengah tren suku bunga yang kembali meningkat.

CEO and Senior Country Officer J.P. Morgan Gioshia Ralie mengatakan investasi akan menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan. Namun, kondisi suku bunga yang meningkat menjadi tantangan bagi pemerintah dan pelaku usaha.

"Investasi untuk 2027 itu sangat penting untuk mendorong ekonomi. Kita juga tahu bahwa suku bunga sekarang trennya naik lagi. Bagaimana suku bunga yang naik dengan pertumbuhan bisa dijadikan satu supaya bisa memberikan kinerja yang lebih baik di Indonesia tentunya tidak terlalu mudah," kata Gioshia dalam media briefing di Jakarta, Kamis (3/9).

Menurut Gioshia, suku bunga tinggi tidak selalu berarti pertumbuhan ekonomi akan melambat. Pemerintah dan pelaku usaha perlu menjaga stabilitas dan kepastian untuk mendorong aktivitas ekonomi.

"Stabilitas dan kepastian itu yang akan bisa memberikan volume, aktivitas yang ujung-ujungnya bisa memberikan pertumbuhan kalau itu objektifnya," ujarnya.

Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dapat menjadi sentimen positif bagi Indonesia jika berhasil dicapai.

"Karena 2027 kalau tidak salah pertumbuhan di pemerintah targetnya 6 persen. Dan kalau kita bisa mencapai itu sebagai negara Indonesia, sebelumnya kita tidak pernah ya, semenjak tahun 2005, semenjak krismon," tutur Gioshia.

Gioshia menilai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi juga dapat mendorong peningkatan aktivitas pemerintah dan sektor swasta, sehingga Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya.

"Intinya adalah mencari sentimen yang positif. Mencari sentimen yang positif, jangan mencari yang negatif. Kalau kita punya pola pikir itu negatif terus, kita akan susah berkembang," katanya.

(lau/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK