Hashim Frustasi Kejar Rasio Penerimaan RI Setara Kamboja dan Vietnam

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 08:15 WIB
Hashim menyebut rasio penerimaan Indonesia terhadap PDB hanya 12 persen, tertinggal jauh dibandingkan Kamboja di angka 18 persen dan Vietnam 23 persen. (Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengaku frustasi mengejar target rasio penerimaan Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) setara Kamboja dan Vietnam.

Adik Presiden Prabowo Subianto menyebut rasio penerimaan Indonesia terhadap PDB hanya 12 persen.

Menurutnya, capaian itu tertinggal jauh dibandingkan dengan negara tetangga seperti Kamboja di angka 18 persen dan Vietnam 23 persen.

"Inilah salah satu hal yang membuat kami sangat frustrasi. Mengapa? Karena tujuan Presiden Prabowo adalah membawa rasio penerimaan negara Indonesia mencapai level Kamboja dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Kami ingin mencapai 18 persen," ujar Hashim dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/10).

Hashim mengungkap pandangannya bersama Prabowo mengenai rendahnya penerimaan Indonesia selama ini diakibatkan oleh ketiadaan kemauan politik serta kuatnya resistensi birokrasi dalam menolak berbagai reformasi.

Ia yakin lompatan rasio penerimaan Kamboja dari 9 persen pada 10 tahun ke 18 persen saat ini didorong kemauan politik (political will).

Mengutip pandangan dari Bank Dunia, Hashim menilai tak ada alasan Indonesia tidak bisa berada pada level yang sama dengan Kamboja.

"Kita tidak lebih rendah secara rasial dibandingkan masyarakat Kamboja dan mereka juga tidak lebih unggul secara rasial dibandingkan kita. Kita seharusnya mampu melakukannya. Ini masalah kemauan politik," ujar Hashim.

Apabila target 18 persen tersebut berhasil direalisasikan, Hashim memproyeksikan langkah selanjutnya adalah mengejar rasio penerimaan Vietnam di level 23 persen. Meski demikian, ia mengakui target tersebut membutuhkan waktu realisasi yang sangat lama.

(pta/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK