Truk Listrik-BBM Hijau Bukti Nyata Transisi Energi RI Bukan Cuma Mimpi

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 13:16 WIB
Transisi energi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar mimpi. Sejumlah langkah nyata menjadi bukti RI terus melangkah menuju energi bersih. (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Transisi energi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tak lagi hanya sekadar mimpi. Sejumlah langkah nyata menjadi bukti Indonesia terus melangkah menuju energi bersih.

Salah satu perwujudan komitmen transisi energi itu tercermin dari sektor transportasi logistik melalui pengembangan rute khusus armada truk listrik (green freight corridor)

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal menyatakan uji coba awal pada rute Tanjung Priok-Cikarang menggunakan truk listrik berbobot 100 ton telah sukses dilaksanakan.

Uji coba tersebut merupakan hasil kolaborasi riset dan pengembangan bersama sejumlah pihak seperti ViriyaENB, WRI Indonesia, dan Drive Electric Indonesia.

"Koridor yang sudah disampaikan oleh teman-teman yang sudah meneliti dan melakukan R&D ada Tanjung Priok-Cikarang," ujar Nazib dalam sesi diskusi acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (7/10) lalu lalu

Pemerintah juga tengah menjajaki skema pendanaan inovatif bertajuk fleet as a service untuk operasional truk listrik rute Tangerang-Bandung.

Kendati demikian, implementasi logistik ramah lingkungan ini masih terganjal masalah struktural, terutama absennya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang memadai.

Nazib menjelaskan saat ini mayoritas SPKLU hanya memiliki daya 22 kW yang dirancang untuk mobil penumpang biasa dan belum ada stasiun berkapasitas besar khusus untuk armada logistik.

Guna mengejar ketertinggalan infrastruktur, Nazib menyoroti pentingnya percepatan pembangunan SPKLU lintas kota maupun di area depo loading-unloading angkutan barang.

Lembaga riset WRI Indonesia memproyeksikan pemerintah dapat menghemat subsidi solar hingga Rp161 triliun jika mengalihkan kebutuhan kendaraan logistik ke truk listrik.

Urban Mobility Manager WRI Indonesia Dimas Fadhil mengatakan transisi ini dibutuhkan karena pertumbuhan bahan bakar solar akan terus tumbuh yang membuat kebutuhan impornya juga meningkat.

"Analisis kami sebetulnya ketika ada transisi lain gitu ya kepada truk listrik akan terjadi penghematan subsidi sebesar Rp161 triliun," ujarnya dalam sesi diskusi yang sama.

Namun, peralihan ke truk listrik bukan tanpa tantangan. Dimas mengatakan dua tantangan utama yang pihaknya dapatkan dari pelaku industri dan logistik adalah realibilitas dari kendaraan dan juga dari infrastruktur pendukungnya.

Oleh karena itu, saat ini sedang diuji coba green freight corridor atau koridor khusus truk listrik untuk mendukung peralihan ke truk listrik ini. Pelaksanaan uji coba ini berfokus pada lima pilar utama.

Pilar pertama mencakup framework atau tata kelola beserta pilar pendukungnya. Pilar kedua fokus pada call for project trial dengan mengundang para pelaku usaha untuk mencoba kendaraan listrik secara langsung.

Pilar ketiga berfokus pada pemasangan infrastruktur pengisian daya, baik fasilitas permanen maupun sementara.

Pilar keempat mengedepankan koordinasi lintas pemangku kepentingan yang dalam hal ini telah didukung Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Terakhir, pilar kelima mewajibkan adanya evaluasi serta pemantauan terukur pada setiap kebijakan yang diambil.

"Kami berharap green freight ini juga bisa menjadi sebuah ajang uji coba gitu ya sebelum nanti menjadi sesuatu yang permanen, apa saja yang perlu di-unlock, apa saja yang perlu di-tackle dari sisi pemerintah maupun dari sisi pengusaha," ujar Dimas.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Wujudkan Kemandirian Energi


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :