Wisata Jakarta

Riwayat Penjara Terpendam di Kota Tua Jakarta

Donatus Fernanda Putra, CNN Indonesia | Sabtu, 13/12/2014 14:53 WIB
Riwayat Penjara Terpendam di Kota Tua Jakarta Di bawah halaman Museum Fatahillah, sejatinya ada penjara terpendam (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kalau pernah berkunjung ke Museum Fatahillah di Kawasan Kota Tua, Jakarta, tentu tahu kisah penjara bawah tanah yang selalu tergenang air. Ia masih ada hingga kini. Tangga menuju ke bawah, ada di sudut barat Museum Fatahillah.

Menurut Budi, salah seorang petugas keamanan Museum Fatahillah, ada dua penjara di lokasi ini. Pertama, penjara di bawah tanah halaman museum. Kedua, penjara di bawah gedung museum.

Ditemui CNN Indonesia, Sabtu (13/12) Budi bercerita soal penjara yang ada di bawah halaman museum, dahulu merupakan tempat bagi tahanan perempuan. Penjara itu sengaja digenangi air supaya para tahanan kedinginan.


"Itu air rembesan dari bawah, sudah ditutup tapi selalu tergenang," kata Budi kepada CNN Indonesia, Sabtu (13/12) siang.

Tiga pahlawan besar tercatat pernah dipenjara disini. Mereka adalah Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, dan Untung Suropati.

Sementara penjara tahanan pria yang ada di bawah gedung museum, masih dapat dilihat pengunjung. Ruangannya berbentuk setengah lingkaran. Di sana, terdapat bola-bola besi yang pada masa lalu dirantai ke kaki tahanan supaya tidak bisa melarikan diri.

Namun, penjara bawah tanahnya sendiri kini sudah ditutup secara permanen. Pengunjung hanya bisa melihat bagian muka penjara di dalam museum. Jalan menuju ruang penjara dalam juga sudah tidak ada lagi.

Tak hanya penjara, di bagian bawah halaman Museum Fatahillah, menurut penuturan Budi, juga menjadi ruang pertemuan untuk membahas strategi perang di zaman kolonial. Lorong bawah tanah yang terkubur konon menyambung hingga ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

Renovasi Kota Tua (CNN Indonesia/Donatus Fernanda Putra)
Penampakan

Selama bekerja sebagai petugas keamanan di Museum Fatahillah, Budi mengaku sudah beberapa kali melihat penampakan. Percaya tak percaya, ia mengaku pernah melihat sosok noni Belanda serta suara-suara asing di malam hari.

"Saya sudah biasa, mungkin hantunya juga sudah biasa lihat saya," katanya berseloroh.

Museum Fatahillah sendiri saat ini masih dalam proses renovasi besar-besaran. Seluruh struktur bangunan diremajakan kembali, termasuk penjara bawah tanah.

Bagian depan museum ditutup dengan backdrop bergambar arsitektur Museum Fatahillah. Sementara di bagian dalam museum, masih terlihat tumpukan material. Seluruh lapisan cat di gedung museum juga telah dikikis habis untuk di cat ulang.

Selama renovasi, museum ditutup untuk umum. Renovasi menyeluruh ini diperkirakan akan selesai pada bulan Januari 2015.