TREN FESYEN

Jaket Kulit Tren Fesyen Ikonik Sepanjang Masa

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 17/12/2014 10:45 WIB
Dalam berbagai tren fesyen, jaket kulit tak akan pernah kehilangan pamornya. Bukan hanya untuk pria, kini jaket kulit juga populer digunakan oleh perempuan. Ilustrasi jaket kulit (Hans/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam berbagai tren fesyen, jaket kulit tak akan pernah kehilangan pamornya. Bukan hanya untuk pria, kini jaket kulit juga populer digunakan oleh perempuan. Dengan siluet yang lebih beragam, aneka variasi jaket kulit juga bisa membuat perempuan jadi terlihat lebih kuat.

Jaket kulit kini menjadi semacam benda festen yang ikonik dan perlambang kekuatan. "Daya tarik jaket kulit adalah kepraktisannya untuk menciptakan gaya yang modis. Yang lainnya, jaket kulit juga hangat, awet, dan terlihat lebih baik seiring bertambahnya usia," kata Colleen Hill dari Museum Fashion Institute of Technology seperti dikutip dari Yahoo. "Yang lebih penting lagi, jaket kulit juga memiliki faktor kesejukan (tidak terlalu panas saat dipakai)."

Kepopuleran jaket kulit sebagai sebuah benda fesyen dimulai sejak awal tahun 1900-an. Jaket digunakan sebagai pelapis seragam militer penerbang untuk menjaga tubuhnya jadi lebih hangat. Namun jaket kulit ini memiliki bobot yang berat.


Jaket dengan siluet bomber ini awalnya berwarna cokelat, namun segera berubah menjadi hitam. Hal ini disebabkan karena popularitas jaket cokelat makin menanjak seiring ketangguhan dan kehangatannya. Jaket cokelat kemudian menyebar di kaum Bolshevik Rusia.

Jaket kulit ini pun makin merebak penggunaannya. Setelah jaket kulit untuk penerbang, muncullah jaket kulit untuk para biker atau pengendara motor. Ide pembuatan jaket kulit biker ini dimotori oleh Irving Schott. Awalnya ia membuat jas hujan bersama dengan saudaranya, Jack di Manhattan Lower East Side.

Namun idenya berkembang dan ia memutuskan untuk mengadaptasi jaket kulit penerbang dan diaplikasikan untuk pengendara motor. Jaket kulit ini diberi nama Perfecto, sesuai dengan nama cerutu favoritnya. Di tahun 1928, ia menjual desainnya kepada Harley Davidson di New York dan dijual seharga US$ 5,50.

Kedua jenis jaket ini memang diciptakan untuk menjaga keamanan dan keselamatan si pemakai. Namun nyatanya Hollywood memiliki rencana lain untuk jaket ini. Setelah dua desain asli jaket kulit ini muncul, banyak desainer Hollywood yang ingin meniru. Gabungan kedua gaya jaket ini menjadi sebuah penyataan tersendiri dalam fesyen.

Tahun 1953, Marlon Brando menjadi salah satu orang pertama di Hollywood yang menggunakan jaket kulit. Dalam filmnya kala itu, The Wild One, ia menjadi seorang geng motor yang menggunakan jaket kulit Schott Perfecto. Inilah sebabnya, gaya jaket kulit langsung identik dengan segala sesuatu yang berbahaya.

Lambat laun, penggunaan jaket kulit akhirnya merebak sampai ke kalangan musik punk dan rock. Jaket kulit diperkenalkan oleh grup musik Ramones. Subkultur musik ini akhirnya mengadopsi jaket kulit sebagai semacam seragam abadi mereka. Ini menjadi sebuah baju besi standar di masyarakat zaman sekarang.

Di masa sekarang ini, desainer juga makin mantap melirik jaket ini, misalnya Rick Owen sampai Christopher Bailey dari Burberry memnciptakan kembali gaya jaket klasik namun bergaya modern.

REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK