Makanan Instan

Apa yang Terjadi pada Perut Saat Anda Makan Mi Instan?

Windratie, CNN Indonesia | Senin, 19/01/2015 14:59 WIB
Apa yang Terjadi pada Perut Saat Anda Makan Mi Instan? Ilustrasi mi instan (rakijung/thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Barangkali Anda tidak menganggap mi instan sebagai makanan yang sehat, tapi bisa jadi Anda berpikir mi instan bukan makanan yang buruk. Setidaknya, tak seburuk makanan cepat saji seperti burger atau kentang goreng.

Braden Kuo, dokter dari Massachusetts General Hospital, melakukan percobaan yang akan membuat para pencinta mi instan berpikir dua kali sebelum menyantapnya. Braden menggunakan kamera seukuran pil untuk melihat apa yang terjadi di dalam perut dan saluran pencernaan setelah seseorang menyantap mi ramen. Hasilnya sangat mencengangkan.

Mi Ramen tidak terpecah setelah berjam-jam proses pencernaan


Dalam video tersebut, Anda dapat melihat mi ramen dalam perut. Bahkan setelah dua jam, mi dalam kondisi sangat utuh, jauh dibandingkan mi ramen buatan sendiri yang dipakai sebagai pembanding. Hal itu disebabkan sejumlah alasan.

Mi instan memberikan beban pada sistem pencernaan yang dipaksa bekerja selama berjam-jam untuk memecah makanan dengan proses tinggi itu. Makanan yang berada dalam saluran pencernaan untuk waktu lama berdampak pada penyerapan nutrisi.

Namun, untuk mi ramen yang diproses, tak banyak nutrisi yang bisa didapat. Sebaliknya, ada daftar panjang zat aditif termasuk pengawet beracun tersier, butil hidrokuinon (TBHQ). Zat aditif ini kemungkinan berada di dalam perut bersama dengan mi instan.

Lima gram pengawet mi instan TBHQ adalah mematikan

TBHQ, produk sampingan dari industri perminyakan, terdaftar sebagai antioksidan. Namun, harus sadar bahwa itu adalah bahan kimia sintetik dengan sifat antioksidan. Bedakan dengan antioksidan alamiah. Bahan kimia tersebut mencegah oksidasi lemak dan minyak sehingga dapat memperpanjang masa simpan makanan olahan.

TBHQ adalah bahan yang umum digunakan dalam berbagai jenis makanan olahan, seperti ayam nugget McDonald, kerupuk Cheez-It Kellogg, selai kacang Reese, kerupuk Wheat Thins, dan masih banyak lainnya.

Anda juga bisa menemukan bahan tersebut pada pernis dan produk pestisida, serta kosmetik dan parfum. Fungsinya, untuk mengurangi tingkat penguapan dan meningkatkan stabilitas.

Pada pertemuan Joint Committee FAO/ WHO Expert on Food Addittives ke-19 dan ke-21 ditentukan kadar TBHQ yang aman untuk dikonsumsi manusia adalah pada tingkat 0 – 0,5 miligram per kilogram berat tubuh.

Namun, komisi Codex menetapkan batas maksimum TBHQ antara 100 sampai sebanyak 400 miligram per kilogram. Di Amerika Serikat, Administrasi Makanan dan Obat menganjurkan, TBHQ tidak boleh melebihi 0,02 persen minyak dan isi lemaknya.

Menurut A Consumer's Dictionary of Food Additives paparan hanya satu gram TBHQ dapat menyebabkan gejala mual dan muntah, dering di telinga (tinnitus), mengigau, sesak napas, bahkan pingsan.

Saat Anda menyantap mi instan tubuh Anda bisa mendapat eksposur yang berkepanjangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Environmental Working Group berdasarkan penelitian TBHQ terhadap kesehatan hewan, di antaranya efek terhadap hati pada dosis yang sangat rendah, perubahan biokimia pada dosis yang sangat rendah, serta efek reproduksi pada dosis tinggi.


(win/mer)