Kala Cheongsam Sebastian Gunawan Menari dengan Bulan
Christina Andhika Setyanti | CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2015 15:25 WIB
Barisan busana Imlek Seba sangat kaya rupa. Namun dari 70 busananya, Seba seolah ingin memperkenalkan dan menginterpretasikan kembali cheongsam menjadi busana modern yang kaya siluet dan detail. "Saya meriset busana Chinese zaman dahulu. Cheongsam kerajaan dulunya bukan seperti sekarang ini," ucap suami desainer Cristina Panarese ini.
Busana cheongsam dikenal dengan gaya kerah yang tinggi, siluet fit body dengan belahan gaun yang tinggi. Namun, nyatanya Seba menghadirkan cheongsam dengan gaya yang berbeda. Sentuhan Imlek diberikannya pada bagian kerah tinggi cheongsam dan kancing di dadanya. Di sekuen pertama, ia menghadirkan gaun Imlek dengan siluet gaun seperti blus Tiongkok masa lampau.
"Di sini banyak gaya blus cheongsam zaman dulu, namun dipanjangkan dan tangannya dibuat loose," katanya. Sedangkan bagian bawahnya dikreasikan dengan siluet flare, berlipit, mullet skirt (bawahan yang panjang di belakang dan pendek di depannya) bak gaun kerajaan.
"Dengan desain seperti ini saya ingin membawa kembali siluet lama cheongsam yang loose dan kimono cut ke zaman sekarang," ucapnya.
Busana cheongsam dikenal dengan gaya kerah yang tinggi, siluet fit body dengan belahan gaun yang tinggi. Namun, nyatanya Seba menghadirkan cheongsam dengan gaya yang berbeda. Sentuhan Imlek diberikannya pada bagian kerah tinggi cheongsam dan kancing di dadanya. Di sekuen pertama, ia menghadirkan gaun Imlek dengan siluet gaun seperti blus Tiongkok masa lampau.
"Di sini banyak gaya blus cheongsam zaman dulu, namun dipanjangkan dan tangannya dibuat loose," katanya. Sedangkan bagian bawahnya dikreasikan dengan siluet flare, berlipit, mullet skirt (bawahan yang panjang di belakang dan pendek di depannya) bak gaun kerajaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaya lebih modern
BACA HALAMAN BERIKUTNYA