Burger Tertua di Dunia Ini Disimpan Selama 20 Tahun

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 24/02/2015 16:45 WIB
Burger Tertua di Dunia Ini Disimpan Selama 20 Tahun Dua warga Australia mengaku bahwa mereka memiliki burger tertua di dunia. Burger tersebut berusia 20 tahun. (CNN Indonesia internet/ Michael Stern/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua warga Australia mengaku bahwa mereka memiliki burger tertua di dunia. Burger tersebut berusia 20 tahun.

Pada 1995, Casey Dean seorang warga Adelaide berhenti di gerai makanan cepat saji McDonald's membeli beberapa burger. Casey yang kala itu masih berumur 14 tahun itu ditemani oleh temannya Eduard Nitz (13).

Di antara burger yang mereka beli adalah burger Pounder Quarter dengan keju, mereka membelinya untuk teman mereka yang lain. Sayang, teman mereka itu tak muncul tapi burger tersebut tidak pernah mereka makan.


Sekarang, bocah laki-laki itu telah menjadi lelaki dewasa. Dan burger tersebut, sudah berumur 20 tahun. “Kami cukup yakin ini adalah burger tertua di dunia,” kata Dean seperti dilansir dari laman Independent.

“Awalnya ini hanya lelucon, kami memberitahu teman kami jika kami akan menyimpan burger tersebut untuknya tapi dia tidak pernah muncul, dan sebelum kami menyadari enam bulan telah berlalu.”

“Bulan terus berlalu sampai menjadi tahun, dan sampai 20 tahun kemudian dia tampak sama seperti di hari kami membelinya, disimpan dengan sempurna dan bungkus aslinya.”

Nitz dan Dean, telah menyiapkan kampanye amal untuk mengumpulkan 'like' lebih banyak pada halaman Facebook.  Burger kuno memiliki website sendiri, dengan lagu resmi berjudul Free the Burger. Semua keuntungan dari website tersebut untuk diberikan untuk Beyond The Blue, badan amal bagi merkea yang menderita kecemasan dan depresi.

Bukan burger tertua satu-satunya

Namun, rupanya itu bukan satu-satunya burger McDonald's berumur panjang yang ada. Cheeseburger McDonald's yang pernah dijual di Islandia tetap awet dan tanpa jamur, setelah dibeli enam tahun lalu oleh pencinta burger.

Gerai makanan cepat saji raksasa di Islandia itu tutup pada 2009. Krisis keuangan negara membuat gerai itu terlalu mahal untuk beroperasi.

Islandia memiliki tiga cabang McDonald's. Semuanya di ibukota Reykjavik. Hjortur Smarason (28) menunggu sampai hari terakhir saat gerai favoritnya itu gulung tikar. Dia memastikan sudah membeli porsi cheeseburger terakhir dengan kentang goreng.

Kondisi burger tersebut, selain sedikit keriput masih dalam kondisi luar biasa. Makanan itu kini dipajang di sebuah bar asrama di Reykjavik. 


(win/utw)