Negara-negara dengan Pola Makan Terbaik dan Terburuk di Dunia

Windratie, CNN Indonesia | Jumat, 20/02/2015 11:35 WIB
Negara-negara dengan Pola Makan Terbaik dan Terburuk di Dunia Menurut hasil penelitian, terjadi peningkatan konsumsi makanan sehat di seluruh dunia, termasuk buah dan sayuran. Namun, disusul pula oleh peningkatan mengkhawatirkan atas konsumsi junk food.(CNNIndonesia Internet/ ChefSteps/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap negara di dunia memiliki kebiasaan makan yang berbeda-beda. Baik orang-orang di belahan benua Eropa, Asia, Afrika, Amerika, Australia, sampai Antartika, semua punya kekhasan kuliner yang juga bagian dari kebiasaan makan.

Kebiasaan makan sebuah negara rupanya memengaruhi kesehatan rakyatnya. Sebuah studi berusaha meneliti kebiasaan makan orang-orang di penjuru dunia. Mereka menemukan, orang-orang negara manakah yang punya pola makan tersehat dan yang terburuk?

Karena banyak menyantap buah dan sayuran, warga Chad, Afrika, dikukuhkan sebagai negara yang memiliki pola makan tersehat di dunia. Sementara, Armenia disebut sebagai negara yang warganya memiliki pola makan terburuk di dunia. Penelitian tersebut dilakukan dengan membandingkan kebiasaan makan secara global.


Menurut hasil penelitian, terjadi peningkatan konsumsi makanan sehat di seluruh dunia, termasuk buah dan sayuran. Namun, disusul pula oleh peningkatan mengkhawatirkan atas konsumsi junk food.

Penelitian diterbitkan dalam jurnal The Lancet Global Health. Para peneliti memakai data nasional dari hampir 90 persen populasi global. Mereka menganalisis cara makan orang-orang di dunia antara kurun waktu 1990 dan 2010.

Kemudian, mereka menilai tiga pola diet. Pertama, didasarkan pada sepuluh makanan sehat, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan polong-polongan, susu, jumlah asam lemak  tak jenuh ganda, ikan, tanaman yang mengandung omega-3, dan makanan berserat.

Kedua, didasarkan pada tujuh makanan tak sehat, seperti daging merah yang tidak diproses, daging olahan, minuman manis, lemak jenuh, lemak trans, kolesterol diet, dan sodium. Ketiga, adalah penilaian secara keseluruhan berdasarkan tujuh belas kelompok makanan tersebut.

Menggunakan data ini, peneliti memberikan skor antara 0 – 100 pada negara-negara di dunia. Jumlah lebih tinggi menunjukkan diet sehat.

Hasil penelitian menunjukkan, negara-negara berpenghasilan tinggi, seperti Amerika Serikat, Kanada, negara-negara Eropa Barat, Australia, dan Selandia Baru memiliki diet yang lebih baik berdasarkan item makanan yang sehat. Namun, memiliki diet yang secara substansial lebih buruk ketika menyantap makanan tidak sehat.

Negara-negara Afrika di sub-sahara dan beberapa negara Asia, seperti Tiongkok dan India, tidak terdapat perbaikan dalam pola makan mereka selama dua dekade terakhir.

Sementara, negara-negara berpenghasilan rendah, seperti Chad dan Mali, mendapatkan nilai terbaik untuk makanan sehat. Penilaian terendah untuk makanan sehat adalah negara-negara Eropa, termasuk Belgia dan Hungaria serta negara-negara pecahan Uni Soviet, termasuk Uzbekistan, Turkmenistan, dan Kyrgyzstan.

Saat penelitian beralih pada usia dan jenis kelamin, peneliti menemukan, orang-orang lebih tua makan lebih baik daripada orang dewasa muda. Lalu, perempuan makan lebih baik dari laki-laki.

Peneliti berharap, temuan mereka dapat membantu negara-negara dunia mengurangi risiko kesehatan dan ekonomi buruk karena makanan yang buruk.

Pemimpin riset Fumiaki Imamura dari Universitas Cambridge berkata, memperbaiki pola makan punya peran penting dalam mengurangi beban penyakit tidak menular yang akan mencapai 75 persen dari penyebab kematian pada 2020 mendatang.

Dilansir dari laman Independent, berikut negara-negara dengan pola diet sehat:

1. Chad
2. Sierra Leone
3. Mali
4. Gambia
5.Uganda
6. Ghana
7. Pantai Gading
8. Senegal
9. Israel
10. Somalia

Negara-negara dengan pola makan tidak sehat secara keseluruhan:

1. Armenia
2. Hongaria
3. Belgia
4. Republik Rebublic
5. Kazakhstan
6. Belarus
7. Argentina
8. Turkmenistan
9. Mongolia
10. Slovakia



(win/mer)


BACA JUGA