Gerobak hingga Restoran khas Indonesia Siap Jualan di Italia

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2015 17:55 WIB
Jika ingin membuat seseorang tertarik atau jatuh cinta pada Anda, kenyangkanlah perutnya. Ungkapan ini pasti sudah tak asing lagi di telinga Anda. Sate, salah satu makanan khas Indonesia (Thinkstock/dolphfyn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika ingin membuat seseorang tertarik atau jatuh cinta pada Anda, kenyangkanlah perutnya. Ungkapan ini pasti sudah tak asing lagi di telinga Anda.

Fakta bahwa makanan yang lezat dapat memikat siapa saja, memang terbukti benar. Buktinya, banyak wisatawan asing yang baru pertama menginjakkan kakinya di Indonesia, langsung jatuh cinta ketika mencicipi makanannya.

Makanan memang bisa mengakrabkan siapa saja. Mungkin ini juga yang menjadi salah satu pertimbangan Indonesia menggelar pameran kuliner besar-besaran dalam World Expo Milano 2015 mendatang.


Pada gelaran yang akan berlangsung pada 1 Mei sampai 31 Oktober 2015 ini, Paviliun Indonesia akan mengadakan empat kegiatan kuliner sekaligus.

Culinary Head Advisor dari Koperasi Pelestari Budaya Nusantara (KPBN), Reiky Alfaridzi mengatakan Indonesia akan membuat restoran, warung fast food, food stall, dan kelas memasak (cooling class) di WME 2015 kali ini. Menurutnya, ini adalah pameran kuliner terbesar sepanjang Indonesia mengikuti World Expo.

Pada penyelenggaraan World Expo di Shanghai tahun 2010 lalu, Indonesia tidak 'pol-polan' menampilkan ragam kulinernya. "Tahun sebelumnya kami hanya didukung oleh penjaja makanan di Shanghai. Mereka diarahkan untuk membuat kuliner Indonesia," ujar Reiky bercerita. Untuk itulah pada kesempatan kali ini, Indonesia tak ingin menyiakan kesempatan.

Restoran yang akan dibuat dikemas dalam bentuk buffet. Meski belum diberi nama, restoran ini nantinya akan mengusung tema Indonesia yang sangat kental. "Kami tidak menggunakan piring. Tapi kami pakai piring rotan sama daun pisang," kata Reiky menjelaskan. Makanan di restoran ini akan dibanderol dengan kisaran harga 30 Euro. Makanan yang disajikan pun beragam, karena diambil dari seluruh nusantara.

Tak hanya restoran, Indonesia juga akan membuat warung fast food. Warung ini akan menjajakan mi goreng, nasi goreng, lumpia, dan jajanan tradisional lainnya. Makanan di warung fast food ini dipatok harga 10-15 Euro.

Uniknya, Indonesia juga mengadakan Indonesian Street Food Festival. Kegiatan kuliner ini hanya dilaksanakan pada malam hari. Reiky bercerita, nantinya akan ada gerobak-gerobak yang menyediakan makanan khas Indonesia yang disusun di pinggir jalan. "Tidak sama penjualnya, propertinya saja yang dibawa. Langsung pakai kontainer kapal perang," ujar Reiky sambil berseloroh.

Makanan yang akan dijajakan pada event ini terdiri dari sate, wedang jahe, cendol Bumiayu, dan masih banyak lagi. "Sistemnya satu kali bayar tapi semua dapat. Dan makannya dipinggir jalan," kata Reiky menambahkan.

Yang tak kalah meriahnya, Indonesia juga akan mengadakan kelas memasak di Paviliun Indonesia. Kelas memasak ini bertujuan untuk lebih mengenalkan makanan Indonesia ke dunia luar dan membuat semakin banyak orang tertarik dengan makanan Indonesia dan mau datang ke Indonesia.

Kelas memasak ini akan dibagi menjadi dua, yaitu Professional Cooking Class dan Fun Cooking Class. Pelaksanaannya akan dijadwalkan tiga kali dalam satu minggu, selama enam bulan penyelenggaraan WME.

Ketertarikan chef-chef di negara lain tentang cara membuat rendang menjadi salah satu inspirasi untuk menggelar kelas memasak ini. "Kami mau memberikan pengetahuan tentang makanan Indonesia ke professional chef dunia," kata Reiky.

Akan ada tiga puluh makanan tradisional Indonesia yang dikenalkan yaitu tumpeng, rawon, soto ayam, konro, dan masih banyak lagi. "Yang paling unik nanti nasi tumpeng. Di sana enggak ada. Dari tampilannya juga sudah unik," ujar Reiky.

Berbeda dengan Professional Cooking Class, Fun Cooking Class menyasar pencinta makanan, ibu-ibu, sampai mahasiswa sekolah kuliner. "Nanti kami mau buka acaranya dengan sesuatu yang fun. Misalnya mau masak ikan, chefnya keluar pakai kacamata renang, tabung oksigen dari botol," kata Riefky menyampaikan konsepnya.

Dari segi makanan, Fun Cooking Class akan mengajarkan pembuatan makanan khas Indonesia yang lebih sederhana, seperti sate, kue apem, bubur kacang ijo, dan lain sebagainya.


(mer/mer)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK