Anak-anak Jangan Hanya Diberi Makan Karbohidrat

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2015 06:33 WIB
Anak-anak Jangan Hanya Diberi Makan Karbohidrat Ilustrasi anak sarapan.(Thinkstock/Fuse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk mendukung tumbuh kembang anak hal yang harus dilakukan adalah memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi. Semua kandungan mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, lemak, dan mineral harus ada dalam makanan si kecil.

Menurut ahli gizi, Ratna Djuwita, kuantitas dan kualitas gizi harus diperhatikan saat memberi makan si kecil. "Kalau anak umur sekian harus makan sekian kalori itu dari segi kuantitas," kata Ratna.

Dengan memenuhi jumlah kalori, energi anak pun akan tercukupi. Tapi tak cukup hanya sampai di situ. "Selain energinya cukup kualitasnya, seperti lemak dari mana, karbohidrat dari mana, itu juga perlu diperhatikan," ujar Ratna menambahkan.


Ratna mengungkapkan, untuk memenuhi semua kandungan gizi, makanan pun harus bervariasi. Pasalnya, selama ini kelompok masyarakat dengan status ekonomi sosial yang rendah biasanya hanya mengonsumsi sumber makanan yang kaya karbohidrat.

"Biasanya mereka kasih anaknya nasi, kerupuk, kecap saja sudah kenyang. Tapi enggak ada kualitasnya sama sekali," kata Ratna.



Tak hanya status ekonomi sosial yang menjadi alasan, terkadang ketidakcukupan waktu untuk membuat makanan yang lengkap gizi untuk anak menyebabkan nutrisi yang harus dikonsumsi tak terpenuhi.

Kasus ini sering terjadi ketika menyiapkan makanan. Biasanya anak hanya disuguhkan roti atau nasi goreng. Ratna menyarankan para ibu agar pintar memodifikasi makanan yang dikonsumsi anak agar memenuhi standar kecukupan gizi.

"Bisa roti pakai tuna atau salmon. Ada seladanya, ada tomatnya. Itu vitamin dan mineralnya sudah terpenuhi. Kalorinya sekitar 200 kalori," ujar Ratna menyarankan. (mer/mer)