Ternyata Feses Manusia Mengandung Emas

Tri Wahyuni | CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2015 14:07 WIB
Percayakah Anda dengan anggapan tidak ada sesuatu yang sia-sia di muka bumi ini? Jika tidak, mungkin penelitian para ilmuwan berikut ini akan mengejutkan. Ilustrasi (Getty Images/Jiri Hera)
Jakarta, CNN Indonesia -- Percayakah Anda dengan anggapan tidak ada sesuatu yang sia-sia di muka bumi ini? Jika tidak, mungkin penelitian para ilmuwan berikut ini akan mengejutkan Anda.

Mengutip Medical Daily, sekelompok ilmuwan bersama dengan US Geological Survey (USGS) mengklaim telah menemukan emas dalam feses manusia. Nilainya pun tak tanggung-tanggung. Mereka menafsir emas itu seharga jutaan dolar atau setara dengan miliaran rupiah.

Selain makanan yang Anda makan, ternyata kotoran yang dihasilkan pun mengandung berbagai logam dan mineral, termasuk emas, tembaga, dan perak, yang dihasilkan dari produk kecantikan, deterjen, dan produk lainnya. Dalam sebuah studi, para peneliti mengukur jumlah emas dalam kotoran manusia, dan menemukan kandungan emas berada pada tingkat deposit mineral minimal.


Ahli geologi USGS sekaligus peneliti dalam studi ini, Kathleen Smith, mengatakan hal ini berarti bahwa, jika level tersebut ditemukan pada batu, maka mungkin batu itu akan dianggap sebagai prospek pertambangan.

Lalu bagaimana dengan kandungan emas yang ditemukan pada kotoran manusia? Apakah berarti akan ada pertambangan feses?

Kedengarannya memang gila, tapi itu mungkin bisa benar-benar terjadi, paling tidak di Amerika. Di Negeri Paman Sam itu, kotoran manusia yang dibuang ke toilet akan bergerak ke pabrik pengolahan air limbah.

Di sana, kotoran manusia dipisahkan menjadi biosolid dan air melalui serangkaian proses fisik, biologi, dan kimia. Biosolid merupakan bahan organik kaya nutrisi yang berasal dari pengolahan endapan kotoran.

Setengah dari biosolid di AS atau sekitar 3,5 juta ton dikirim ke tempat pembuangan sampah atau dibakar. Setengah lainnya digunakan sebagai pupuk. Tapi bagaimana jika para ilmuwan mampu menggunakan biosolid untuk tambang emas?

Smith dan timnya yang memiliki latar belakang sebagai penambang, menggunakan bahan kimia tertentu yang disebut lindi untuk menarik logam dari batu. Teknik ini pun mereka terapkan untuk menarik emas dari biosolid.

Para peneliti mengambil sampel kotoran manusia dari kota-kota kecil di Pegunungan Rocky, mulai dari pedesaan hingga ke kota-kota. Mereka menemukan berbagai mineral dan logam di biosolid. Mereka pun berpikiran mungkin dengan menambang kotoran mereka bisa menemukan cara baru untuk mendapatkan emas, perak, dan elemen langka lainnya seperti paladium dan vanadium, yang digunakan dalam elektronik dan paduan.

"Jika Anda dapat menyingkirkan beberapa logam pengganggu yang dapat mengurangi kandungan biosolid yang digunakan di ladang dan hutan, dan pada saat yang sama Anda juga akan menemukan logam berharga dan elemen lainnya. That's a win win," kata Smith.

(mer/mer)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER