Kondisi Aneh yang Membuat Lidah Terlihat Seperti Peta

Windratie, CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2015 14:59 WIB
Kondisi Aneh yang Membuat Lidah Terlihat Seperti Peta Lidah geografis, penyakit aneh yang belum diketahui penyebabnya. (https://commons.wikimedia.org)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kondisi mengerikan ini sudah lama membuat para ilmuwan kebingungan. Dikenal sebagai lidah geografis atau geographic tongue (GT), penyakit ini menyebabkan seseorang memiliki lidah berbintik-bintik yang menampilkan desain aneh, seperti lingkaran. Sering digambarkan sebagai 'peta benua'.

Kendati belum ada ilmuwan yang yakin penyebabnya, baru-baru ini fisikawan menemukan dua jenis GT yang menyerang sekitar dua persen dari populasi.

Lidah geografis atau GT mengubah lapisan jaringan atas lidah yang disebut epitel yang berisi tunas pengecap.


Pada orang-orang yang mengalami GT, beberapa struktur yang mengandung tunas pengecap akan meradang, menurut penulis studi Gabriel Seiden, fisikawan di Weizmann Institute of Science, seperti dilansir laman Live Science.

Kondisi ini tidak menular, tetapi bisa menjadi kronis. Belum diketahui penyebabnya, tetapi para ilmuwan percaya faktor genetika punya peran.

Stres, alergi, didabetes, dan ketidakseimbangan hormon juga ditengarai sebagai penyebabnya. Namun, para ilmuwan sejauh ini belum dapat memberikan bukti meyakinkan bahwa semua hal tersebut dapat memicu kondisi GT.  

Kendati lidah dapat menyembuhkan dirinya sendiri, pola di lidah akan selalu kembali dan dapat menyebabkan rasa sakit ringan. Dalam studi itu para peneliti menggunakan persamaan dengan memperlakukan GT sebagai 'medium meluap', yang melaluinya gelombang dengan keadaan tertentu dapat melewatinya.

Kebakaran hutan dijadikan sebagai contoh klasik, medium yang meluap. Api kebakaran dapat menyebar melalui hutan, tetapi tidak dapat kembali ke tempat awal kebakaran sampai vegetasi tumbuh kembali.  



Ketika api tumbuh, Seiden mengatakan sebagai analogi, api menghancurkan lapisan tersebut, dan berlanjut sampai seluruh hutan terbakar, atau seluruh lidah terjangkit. Salah satu versi kondisi penyakit ini, GT dimulai dengan bintik-bintik kecil yang berkembang secara bertahap dalam pola melingkar.

Pola tidak bisa terbentuk di daerah yang telah terkena sehingga menyebabkan bentuk yang aneh. Kondisi GT yang lebih serius, perkembangan pola spiral dapat pindah ke bagian lidah yang masih dalam penyembuhan.

Dalam studi ini, mereka mengamati anak berumur satu tahun yang mengembangkan karakteristik luka pada beberapa kesempatan di sepanjang tepi lidah berdekatan dengan gigi tumbuh. Para peneliti berkata, ini berarti menggosok secara konstan lidah pada gusi dapat memicu GT.

(win/utw)