Gula Asam, Jamu Paling Digemari Tamu Delegasi KAA

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2015 11:15 WIB
Gula Asam, Jamu Paling Digemari Tamu Delegasi KAA ilustrasi jamu (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam gelaran ajang Konferensi Asia Afrika, aneka kuliner tradisional diunggulkan untuk jadi jamuan makan. Bukan hanya soto ayam, sate maranggi, dan tumpeng yang dihadirkan, tapi juga minuman tradisional Indonesia, jamu.

"Aneka jamu memang dihadirkan saat pembukaan, acara sampai penutupan," kata Putri K. Wardani, Presiden Direktur PT Mustika Ratu, sebagai salah satu sponsor minuman jamu kepada CNN Indonesia di Istana Bogor, Rabu (22/4).

Minuman ini tentu saja terasa asing di lidah para delegasi. Bagaimana tidak, bisa jadi ini adalah pengalaman pertama mereka mencicipi minuman sarat rempah yang khas Indonesia. Ditambahkan Putri, beberapa jamu yang disajikan untuk para delegasi ini adalah jamu kunyit asam, beras kencur dan gula asam.


"Waktu pembukaan, jamu-jamu ini disiapkan di dalam gelas. Dan mereka (para delegasi) sangat antusias untuk meminumnya," ucap Putri.

Sekalipun rasa jamu tidaklah akrab di lidah mereka, namun Putri mengatakan kalau mereka cukup menikmati minuman kesehatan ini. Di antara semua minuman berkhasiat ini, varian jamu manakah yang paling disukai?

"Gula asam," kata putri dari Mooryati Soedibjo ini. "Mungkin karena rasanya tidak terlalu asing dengan mereka dan ada rasa manis serta asam yang segar."

 Saat perhelatan KAA, jamu memang tak hanya disajikan sebagai minuman dalam gelas. Namun, berbagai inovasi dihadirkan untuk menambah keinginan menikmati sekaligus pembaharuan kemasan yang jadi lebih modern. Dalam jamuan makan malam mewah di halaman Istana ini, jamu disajikan dalam bentuk kunyit asam sorbet.
Sorbet adalah sejenis es krim namun diolah tanpa tambahan susu atau krim di dalamnya. (chs/mer)