Trik Memasak Bahan Makanan Biasa Jadi Santapan Sehat

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 28/04/2015 07:02 WIB
Trik Memasak Bahan Makanan Biasa Jadi Santapan Sehat Makanan sehat bukan hanya soal bahan makanannya, tetapi juga tentang bagaimana cara memasaknya. (Getty Images/ Thinkstock/Digital Vision)
Jakarta, CNN Indonesia -- Makanan sehat bukan hanya soal bahan makanannya yang sehat. Namun makanan sehat juga soal bagaimana cara memasak. Tak ada gunanya jika Anda punya bahan makanan organik yang diklaim sehat namun cara memasaknya tak tepat.

Sebenarnya dari bahan-bahan biasa alias bahan non organik, Anda juga bisa menyantap makanan sehat. Penambahan sedikit bumbu rempah dan juga trik pengolahan saat memasak akan membuat santapan Anda jadi lebih sehat.

Dilansir dari Stylist, berikut trik yang bisa Anda terapkan saat memasak.


1. Memasak nasi dengan minyak kelapa

Ketika memasak nasi, ada proses perubahan kimia yang terjadi. Nasi mengandung pati yang bisa berubah menjadi glukosa dan glikogen. Glikogen yang menumpuk dalam usus akan membuat Anda jadi diabetes dan obesitas.

Para ilmuwan di Sekolah Tinggi Ilmu Kimia Sri Lanka mengungkapkan bahwa menambahkan minyak kelapa ke dalam air mendidih saat memasak nasi akan memberikan manfaat kesehatan ekstra. Minyak kelapa akan mengubah pati menjadi resistant starch yang membantu mencerna pati lebih baik.

Cara ini diklaim tidak akan mengubah rasa dan tekstur nasi.

2. Memasak pasta sampai al dente

Semua orang punya tingkat kematangan pasta yang berbeda-beda. Namun agar tubuh jadi sehat, biasakan untuk mengonsumsi pasta yang dimasak al dente. Ketika dimasak, indeks glikemik dalam pasta akan meningkat sehingga sulit dicerna tubuh. Oleh karena proses pemasakan al dente akan membuat nilai GI tidak terlalu tinggi dan masih diterima tubuh.

Pasta al dente ditandai dengan terlihatnya garis putih tipis di bagian sisi pasta.

3. Buat salad sehari sebelumnya

Penulis buku Eating on The Wild Side, Jo Robinson mengungkapkan bahwa salad memang sehat. Namun ada lagi cara yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan manfaat kesehatan dari salad. Robinson mengatakan merobek daun lettuce dan romaine sehari sebelum disantap akan meningkatkan kandungan antioksidannya empat kali lipat.

Robeklah daun-daun selada ini dengan tangan kemudian masukkan ke dalam kantong plastik yang sudah dilapisi dengan handuk kertas. Handuk kertas ini akan menyerap kelembapan daun. Simpan dalam lemari es dan sajikan keesokan harinya.

4. Masak wortel dengan utuh

Sebuah penelitian di tahun 2009 oleh Kirsten Brandt dari Newcastle University menemukan bahwa ketika dimasak utuh, wortel mengandung falcarinol 225 persen lebih banyak dibanding yang dipotong-potong. Falcarinol adalah senyawa yang berfungsi untuk menghambat kanker.

Memotong wortel hanya akan memperluas permukaan sehingga nutrisi yang keluar jadi lebih banyak. Nutrisi ini akan larut dalam air ketika dimasak.

5. Jangan masak sayuran terlalu lama

Beberapa nutrisi dalam masakan akan pecah dan hilang ketika terkena panas. Akibatnya nilai gizinya akan larut dalam air. Harvard Medical School mengusulkan untuk menggunakan microwave ketika memasak. Microwave dianggap mampu menjaga vitamin dalam produk segar karena meminimalisir penggunakan jumlah cairan yang hilang dan juga punya waktu masak yang lebih singkat.

Namun aturan ini tak berlaku untuk brokoli. Khusus brokoli, proses pengukusan akan berfungsi lebih baik untuk menjaga nutrisi gizinya.


(chs/mer)


BACA JUGA