Suasana Khidmat di Pura Terbesar se-Jawa Barat

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Senin, 04/05/2015 15:13 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pura yang lebih dikenal dengan nama Pura Jagatkartta ini merupakan pura agama Hindu Nusantara yang terbesar di Jawa Barat.

Pura Parahyangan Agung Jagatkartta merupakan pura agama Hindu Nusantara yang terbesar di Jawa Barat. Bahkan pura ini termasuk pura terbesar di Indonesia setelah Pura Besakih, Bali. Konon, pura ini dibangun sebagai persembahan untuk Prabu Siliwangi dan para hyang (leluhur) dari Pakuan Pajajaran. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni) 
Memasuki kawasan Pura Parahyangan Agung Jagatkartta ini, Anda akan melalui rute yang menanjak. Sebelum pintu masuk, Anda pun akan mendapati papan tata tertib yang harus dipatuhi jika ingin berkunjung ke pura ini. Di antaranya tidak boleh sedang dalam keadaan haid dan yang berpakaian tidak sopan. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Anak tangga ini akan mengantarkan Anda ke bagian tengah pura. Namun, jika Anda hanya datang untuk berwisata dan bukan beribadat, Anda tidak boleh masuk lewat sini. Ada pintu masuk khusus wisatawan di sebelah kiri pura. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni) 
Di bagian tengah kawasan pura atau madya mandala, Anda akan menemukan Pelinggih Ratu Gede Dalem Ped Gunung Salak. Biasanya banyak orang yang melakukan ibadah harian di sini. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Gerbang menuju utama mandala atau kawasan yang paling suci di Pura Jagatkartta. Hanya umat yang ingin beribadat yang boleh memasuki kawasan ini. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Gerbang utama ini memiliki arsitektur yang sangat apik. Di bagian tangga utamanya ada ukiran dua naga yang ukirannya sangat detail dan indah. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni) 
Saat berkunjungi ke pura ini, terlihat dua orang pengunjung yang sedang beribadah dengan khusyuk. Mereka duduk bersila menghadap altar dan terlihat berdoa. Katanya, mereka berasal dari Bali. Kedua laki-laki itu mengendarai sepeda motor dari Bali demi beribadah di Pura ini. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni) 
Beberapa dupa terlihat masih menyala di tempat sembahyang. Pertanda setiap harinya ada orang yang datang ke pura ini untuk bersembahyang. Angin semilir mengembus, udara yang sejuk, suasana yang hening, menemani para umat ketika beribadah sehingga suasana terasa lebih khidmat. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)