Tujuh Cara Sederhana Hindari Tumit Pecah-pecah

Utami Widowati, CNN Indonesia | Rabu, 06/05/2015 08:02 WIB
Tujuh Cara Sederhana Hindari Tumit Pecah-pecah Ilustrasi perawatan kaki. (Thinkstock/Julenochek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluhan tumit pecah-pecah bisa menyerang siapa saja. Hal ini tak ada hubungannya dengan bagaimana tingkat ekonomi sosial seseorang. Tapi lebih kepada seberapa baik kadar kelembaban kaki Anda.

Saat kaki menjadi terlalu kering dengan mudah bagian tumit akan retak dan pecah-pecah. Ini sebenarnya sudah menjadi bagian dari masalah kulit yang serius. Saat ini yang dibutuhkan adalah pelembab kulit yang sangat kuat dan bekerja dengan cepat. Karena jika dibiarkan pecah-pecah ditumit bisa menyebabkan rasa nyeri, pendarahan bahkan juga infeksi.

“Jadi Anda harus membuat kulit selalu terjaga kelembabannya,” kata Alan K. Mauser, DPM ahli podiatri dari Louisville, Kentucky. “Kelembaban penting untuk mengurangi callus atau penebalan jaringan yang bisa berujung pada kulit jadi retak.”


Penyebab utama tumit pecah-pecah adalah ketika kulit di tumit jadi terlalu tebal, tambahan beban tubuh plus kekeringan karena kurangnya kelembaban. Kulit pecah-pecah bukan hanya tidak sedap dipandang, tapu juga berbahaya untuk kesehatan. Karena dari sana infeksi kuman bisa terjadi.

“Jika infeksi sudah terjadi Anda mungkin harus menggunakan antibiotik dan mau tak mau harus berhubungan dengan dokter,” kata Mauser.
Berikut beberapa cara mudah mencegah tumit pecah-pecah seperti disarikan dari laman everyday health.

1. Berinvestasi pada krim pelembab yang baik.
Cari pelembab yang kuat. Yang terasa sedikit berminyak untuk pelembab tumit biasanya lebih baik. Usapkan ke tumit sesegera mungkin setelah Anda selesai mandi untuk penyerapan yang lebih baik.

2. Cobalah jelly petroleum
Jenis ini mungkin perlu waktu untuk menyerap, tapi biasanya lebih baik untuk tumit pecah-pecah. Kenakan dimalam hari sebelum tidur dan lalu tutup dengan kaus kaki, biarkan jelly ini menyerap semalaman.

3. Bersihkan dengan seksama
Sangat penting menjaga pecah-pecah di tumit untuk selalu bersih. Jadi pilih sabun yang lembut tapi bersihkan dengan teliti. Gunakan sikat yang yang lembut hingga tidak memperburuk kondisi tumit.

4. Cukupi kebutuhan tubuh akan air.
Perhatikan jika  mulut dan kerongkongan terasa kering, hal yang sama terjadi pada kulit dan  kaki Anda. Penuhi kebutuhan tubuh akan air untuk mencegahnya.

5. Jangan mandi terlalu lama
Mandi memang dibutuhkan tubuh, tapi menghabiskan terlalu lama berendam dalam air bisa menghilangkan minyak alami dari kulit. Hindari juga penggunaan air mandi yang terlalu hangat.

6. Jangan menggosok kaki terlalu kuat.
Menggosok kaki terlalu keras bahkan dengan kain sekalipun bisa membuat kulit jadi terlalu kering. Sebaiknya cukup tepuk-tepuk kulit dengan handuk saat mengeringkan tubuh, bukan menggosoknya.

7. Waspadai tanda-tanda infeksi
Bila kulit di tumit terasa perih, memerah dan membengkak, waspada. Mungkin Anda mengalami infeksi. Segera ke dokter, apalagi jika Anda mengalami diabetes.

(utw/utw)