Ini terjadi tidak hanya di negara-negara timur, tapi juga di negara-negara barat.
Dilansir dari laman Independent, ada tren foto selfie baru, khusus untuk ibu-ibu menyusui, disebut 'brelfie' atau breastfeeding selfie. Foto ini memberikan suasana kompetitif karena para ibu yang menyusui bayinya dengan botol merasa dihakimi, di setiap kesempatan mereka melihat 'brelfie'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siobhan Freegard, pendiri Netmums, berkata, tren brelfie memberikan tekanan yang kuat terhadap para ibu agar mereka menyusui bayi mereka secara alami.
Dia mengistilahkan tekanan tersebut dengan 'bressure'. Penelitian yang dilakukan oleh laman Channel Mum menemukan, tujuh dari sepuluh ibu yang menyusui bayinya dengan botol mengatakan bahwa mereka telah dinilai negatif.
Sementara, empat dari sepuluh merasa mereka telah gagal sebagai seorang ibu, dan gagal dalam merawat bayi mereka.
Lembaga kesehatan National Health Service di Amerika Serikat merekomendasikan agar para ibu menyusui bayi mereka secara eksklusif selama enam bulan pertama, jika mungkin, dan setelah itu menggabungkan ASI dengan makanan pendamping lain.
Namun, jajak pendapat yang dilakukan terhadap lebih dari 2000 ibu menemukan, 55 persen peserta berpikir kampanye untuk mempromosikan pemberian ASI sudah terlalu jauh, dan terlalu banyak tekanan terhadap para ibu baru.
(win/utw)