Wahana tersebut menggunakan fenomena kecepatan dan pegas dalam fisika yang dapat menyebabkan penumpang ada dalam posisi terbang. Dalam situasi tersebut, pengunjung hampir dapat melihat bagian belakang kepala mereka sendiri.
"Roller coaster ini menciptakan putaran paling dekat dalam sejarah. Ini terlihat seperti kepala Anda berada di tempat yang sama, sementara roller coaster memutarinya," tutur Zwanzger.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang benar. Sakit leher akan terasa selama dua hingga tiga jam setelahnya," kata Zwanzger.