Seperti dilansir Washington Post, pria yang tak diungkap identitasnya ini memang merekam interaksinya dengan dokter sebelum ia menjalani operasi kolonoskopi pada 18 April 2013. Hal tersebut ia lakukan agar dapat mengingat kembali segala wejangan yang disampaikan sang dokter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, asisten memberi tahu bahwa di tangan pasien terdapat ruam. Ingham pun kembali berkata, "(Asisten saya kemungkinan menemukan) sifilis di lenganmu. Itu mungkin tuberkolosis di penis, jadi kamu akan baik-baik saja."
Setelah mendengar rekaman tersebut, pria itu menuntut kedua dokternya atas tuduhan fitnah dan malpraktik. Ia juga menuntut ganti rugi sebesar US$ 1,75 juta. Usai sidang selama tiga hari, pengadilan memutuskan bahwa pasien akan mendapatkan dana kompensasi senilai US$ 500 ribu.
Shah dinyatakan tak bersalah walaupun dalam rekaman tersebut ia terdengar berkomentar mengenai Ebola ketika membicarakan ruam di tangan pasien tersebut. Ia pun tidak menghentikan Ingham ketika membicarakan hal buruk mengenai pasiennya.
Seorang pengacara ahli hukum fitnah, Lee Berlik, mengatakan bahwa sebenarnya perbincangan semacam ini merupakan hak istimewa dokter. Namun, pasien mengklaim bahwa ada beberapa orang lain yang menyaksikan perbincangan tersebut di ruang operasi, yaitu asisten medis.
(mer)