Bayi Terlahir Tanpa Ubun-ubun karena Tulang Tengkorak Menyatu

Masyaril Ahmad, CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2015 16:20 WIB
Matthew Boler, lahir 16 Juli 2014 di Texas Children’s Pavilion for Women. Dia tampak begitu mirip dengan kakak perempuannya, kecuali bentuk kepalanya. Matthew Boler, bayi laki-laki yang terlahir tanpa ubun-ubun (Dok. Megan Boler)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang bayi laki-laki lucu, Matthew Boler, lahir 16 Juli 2014 di Texas Children’s Pavilion for Women. Dia tampak begitu mirip dengan kakak perempuannya, kecuali bentuk kepalanya.

Pemeriksaan rutin saat ia berusia dua bulan memberikan diagnosis yang mengejutkan untuk kedua orang tuanya. Menurut dokter, tulang tengkorak bayi mungil tersebut menyatu, sehingga tidak menyediakan ruang yang memadai bagi otak untuk tumbuh.

Megan, ibu Matthew, telah menyadari bahwa bentuk kepala putranya memang tidak biasa. Tapi dia tetap mengaku bahagia.


“Kepala kakaknya besar dan bulat, sementara Matthew panjang dan kurus dan dia memiliki garis alur di keningnya. Kita semua menyadari itu, tetapi tidak terlalu berpikir itu sesuatu yang serius,” tulis Megan di Texas Children’s Hospital’s blog.

Ketika melakukan pemeriksaan di Texas Children’s, dokter yang menangani Matthew tidak bisa merasakan ubun-ubun (soft spot) di bagian atas kepalanya. Tulang tengkoraknya menyatu secara prematur, yang dalam istilah medis dikenal dengan craniosynostosis.

Normalnya, tulang tengkorak memiliki banyak suture (pertemuan tulang yang tampak seperti jahitan) yang terbuka ketika bayi baru lahir, sehingga menciptakan tempat yang lembut di kepala untuk memungkinkan ruang bagi otak berkembang dan tumbuh.

Sepuluh hari kemudian, Matthew menjalani operasi di mana dokter mengangkat bagian tulang sepanjang sagittal suture pada tengkoraknya, menciptakan sebuah ubun-ubun baru untuk memungkinkan kepalanya membesar. Selama empat bulan ke depan, bayi yang berasal dari Houston, Texas, tersebut harus memakai helm selama 23 jam sehari.

Matthew awalnya mengalami pembengkakan dan gejala yang tak dikenali di bekas luka operasinya. Tapi menurut Megan, dalam empat hari ia telah berhasil melewati masa pemulihan yang luar biasa.

“Pembengkakan sudah turun dan dia kembali ke tangan perawat. Dia tersenyum dan mulai kembali ceria, dan ramah. Bentuk kepalanya telah berubah secara dramatis, menjadi lebih baik, dan ia masih bisa dikenali. Dia memiliki kilauan yang sama dengan matanya, dan senyumnya pun kembali,” tulis ibunya.

Pada 16 Juli mendatang, Matthew akan merayakan ulang tahun pertamanya. Dia akan terus menjalani pemeriksaan tahunan dengan tim craniofacial di rumah sakit, dan ia sudah dinyatakan pulih dengan sukses.

"Kepalanya tampak luar biasa dan bekas lukanya nyaris tak terlihat," tulis Megan.

(mer)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK