Zat besi juga punya peranan penting untuk berbagai fungsi tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan gejala kelelahan, sesak napas, kulit pucat, rambut rontok, dan detak jantung yang tidak teratur. Zat besi juga memengaruhi memori dan konsentrasi.
Menurut rekomendasi Uni Eropa, mulai dari usia 11 tahun, seseorang disarankan mendapat 14 miligram zat besi per hari. Namun, secara rata-rata, laki-laki hanya mendapatkan 11,7 miligram dan perempuan hanya 9,6 miligram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekurangan zat besi adalah masalah akut yang lebih sering terjadi pada perempuan karena Kaum Hawa kehilangan zat besi ketika menstruasi. Namun, asupan makanan yang buruk juga berkontribusi terhadap kekurangan zat besi.
“Sulit untuk mendapatkan zat besi dengan diet seimbang. Apalagi, ketika perempuan secara drastis mengurangi kalori atau mengikuti diet yang tidak-tidak, diet jus atau diet rendah karbohidrat,” kata Sioned Quirke, dari Asosiasi Dietetik Inggris.
Faktor lainnya adalah, mungkin perempuan cenderung untuk makan daging lebih sedikit. Padahal, daging merupakan sumber zat besi yang baik. Sumber utama nutrisi pada bangsa makanan adalah daging, sereal bergizi, roti, dan sayuran.
“Vegetarian dan orang-orang yang tidak makan daging merah memenuhi asupan harian zat besi yang direkomendasikan dengan mengonsumsi berbagai tanaman, seperti kacang-kacangaan dan sayur-sayuran,” kata Sioned.
Menyelipkan makanan yang kaya akan vitamin C seperti jeruk di saat yang sama dapat membantu penyerapan zat besi.
Hal ini disebabkan karena vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi non-heme. Selain itu, sebaiknya hindari minum the pada waktu makan karena zat tanin yang dikandung oleh the bisa menghambat penyerapan nutrisi kunci.
(win/mer)