Seperti dilansir The Independent, cuaca musim panas yang lebih kering di negara-negara seperti Spanyol dan Bulgaria berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan, dan kematian beberapa kehidupan liar.
Tak hanya itu, kenaikan suhu ini secara praktis juga dapat membuat turis tak nyaman menikmati musim panas di Mediterania yang terlalu terik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang masih lama, tapi para peneliti sudah harus memulai perencanaan. Pasalnya, jika tidak ada upaya penanggulangan, negara-negara Mediterania diperkirakan kehilangan hingga 0,45 GDP setiap tahunnya dari pos pariwisata.
Jika diproyeksikan untuk Spanyol negara tersebut diperkirakan merugi hingga 5,6 triliun Euro pertahun.
Sebaliknya, pendapatan sektor pariwisata di negara-negara utara Eropa diperkirakan naik, tapi hanya mencapai angka 0,32 persen dari GDP. Jika dirata-rata, keseluruhan benua Eropa tetap akan merugi.
Namun, penelitian gagasan Salvador Barrios dan Juan Ibanez Rivas ini mengungkapkan bahwa keadaan pariwisata juga tergantung pada pola liburan populasi dunia di masa depan.
(utw/utw)