Buku Pengantar Tidur Anak Paling Laris di Toko Buku Daring

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 19/08/2015 17:19 WIB
Buku Pengantar Tidur Anak Paling Laris di Toko Buku Daring Buku The Rabbit Who Wants To Fall Asleep (Dok. The Rabbit Who Wants To Fall Asleep via Facebook)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi kebanyakan penulis, adalah sebuah kegagalan jika buku mereka justru membuat orang mengantuk dan akhirnya terlelap. Namun, sebuah fenomena baru terjadi di toko buku daring, Amazon. Sebuah buku yang diterbitkan untuk membuat seorang anak tertidur justru menempati posisi teratas buku paling laris.

Dalam mengarang buku bertajuk The Rabbit Who Wants To Fall Asleep ini, seorang ahli linguistik dan psikologi perilaku asal Swedia, Carl-Johan Forssen Ehrlin, menggunakan teknik penguatan positif untuk membantu anak-anak tenang, fokus, dan akhirnya tertidur.

Saat membacakan buku ini, orang tua diinstruksikan untuk menguap secara berkala, menekankan beberapa kata, dan berbicara dengan nada tenang jika tulisan dicetak miring. Meskipun buku setebal 26 halaman ini juga menyuguhkan gambar, anak-anak diminta hanya mendengarkan orang tua.


Menurut Ehrlin, teknik gagasannya ini sebenarnya sudah ia aplikasikan dalam beberapa buku mengenai kepemimpinan dan pengembangan diri yang ia karang sebelumnya.

Namun, gagasan membuat buku anak-anak mulai terbersit ketika Ehrlin sedang berkendara bersama ibunya.

"Saya mendapat gagasan untuk buku anak-anak ketika saya sedang dalam perjalanan pulang dengan ibu saya dan ia tertidur. Saya mendapat ide bagaimana metode saya dapat digunakan untuk membantu anak tidur," ujar Ehrlin.

Ketika rehat berkendara, Ehrlin pun langsung menuangkan buah pikirnya. Namun, untuk menyusun satu buku yang komperhensif ternyata membutuhkan waktu cukup panjang.

"Butuh waktu tiga tahun hingga akhirnya tercipta cerita yang sempurna sehingga semua tekniknya digunakan pada kesempatan yang tepat," katanya.

Ehrlin pun menjabarkan secara garis besar teknik yang ia tuangkan dalam buku tersebut.

"Buku ini membantu anak untuk fokus dan membuat mereka menjadi bagian dari ceritanya jadi mereka dapat tidur bersama kelincinya. Mereka bertemu dengan karakter-karakter, seperti Paman Menguap dan Burung Hantu Bermata Berat," tutur Ehrlin.

Awalnya, Ehrlin memutarkan rekaman buku tersebut bagi anaknya, Leon. Setelah dipasarkan, teknik tersebut juga ternyata berhasil ketika diaplikasikan kepada anak lain. Hingga akhirnya, buku tersebut kini bahkan telah diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa.

"Saya terkejut melihat kesuksesan ini. Surat elektronik saya penuh dengan cerita orang tua yang mengatakan bahwa buku ini benar-benar membantu anak mereka untuk tenang dan terlelap," kata Ehrlin.

Senada dengan Ehrlin, Direktur Buku dan Media Hiburan Amazon Inggris, Alison Forrestal, berkata, "Buku ini menjadi fenomena buah bibir. Ini adalah kali pertama seorang penulis independen merebut posisi teratas buku cetakan kami dan The Rabbit Who Wants To Fall Asleep saat ini mengalahkan rilisan besar, seperti Go Set a Watchman karya Harper Lee dan The Girl on the Train. Ini adalah pencapaian luar biasa dan kami, layaknya keluarga lain di Inggris, berharap akan lebih banyak lagi buku seperti ini."

Ehrlin pun mulai menyusun rencana penggarapan buku yang membantu anak belajar menggunakan toilet.



(mer)