Benarkah Daun Insulin Bermanfaat untuk Pengidap Diabetes

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2015 13:29 WIB
Benarkah Daun Insulin Bermanfaat untuk Pengidap Diabetes Ilustrasi diabetes. (Pixabay/stevepb)
Jakarta, CNN Indonesia -- Besarnya kasus diabetes di Indonesia membuat banyak orang mencoba mencari berbagai alternatif untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Yang disarankan dan beredar di media sosial pun sangat beragam.
 
Mulai dari mengonsumsi pare, rebusan kacang panjang sampai daun insulin. Daun insulin atau yang punya nama ilmiah Tithonia diversifolia, kini banyak dijual di toko-toko obat herbal.

Pertanyaannya benarkan daun ini  memang bisa mengatasi masalah diabetes? Bagaimana sebaiknya menyikapi maraknya penjualan obat alternatif untuk diabetes ini.

Sebenarnya dokterpun belum bisa mengonfirmasi kebenaran dan khasiat obat tersebut. “Orang yang menawarkan daun insulin ini harus membuktikan dulu kepada kita (para dokter) tentang kebenaran obat tersebut," ujar Tri Juli Edi Tarigan, ahli penyakit dalam dan konsultan endokrin dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, di Jakarta.


Ia menambahkan, bahwa klaim kesehatan seperti daun insulin itu harus diperiksa lebih lanjut oleh dokter.
"Biasanya akan kita teliti dan tes dulu, jangan sampai membohongi masyarakat lah. Jangan sampai masyarakat mengeluarkan biaya mahal tapi tidak ada manfaatnya," kata Edi.

Edi menjelaskan, klaim daun insulin memang ada, akan tetapi, mereka belum bisa memastikan apakah daun insulin itu dapat meningkatkan kadar insulin pada darah.

"Tidak hanya daun insulin, pare pun juga di klaim bisa meningkatkan kadar insulin pada darah," kata TJ demikian dokter ini akrab dipanggil.

Edi membolehkan adanya klaim seperti ini, tapi sebaiknya langsung dikonsultasikan kepada dokter agar dapat dilihat apa manfaatnya.

Lebih lanjut, ia menganjurkan kepada masyarakat Indonesia agar lebih cerdas dalam memilih obat-obatan.
"Kalau menerima sesuatu untuk pengobatan ya harus ada buktinya, jangan mau kemakan iklan terlalu mudah. Intinya, jangan pakai obat kalau enggak ada buktinya."