Alasan Harus Sering Luangkan Waktu untuk Piknik

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Minggu, 06/09/2015 19:15 WIB
Banyak alasan yang membuat orang enggan berlibur, di antaranya bos yang galak hingga merasa tidak punya kehidupan selain di kantor. Ilustrasi. (Dok. Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Liburan sepertinya menjadi kata yang tabu untuk diucapkan oleh karyawan perusahan di beberapa negara besar. Dikutip dari Huffington Post pada Minggu (6/9), sebanyak 40 persen karyawan di Amerika Serikat malah tidak memiliki rencana untuk berlibur tahun ini.

Banyak alasan yang membuat orang enggan berlibur, di antaranya bos yang galak, pekerjaan yang menumpuk hingga merasa tidak punya kehidupan selain di kantor.

Masih dikutip dari tulisan di Huffington Post, sebanyak 20 persen karyawan mengaku enggan berlibur karena takut dipecat.


Apapun alasannya, sejumlah penelitian telah mengungkapkan manfaat berlibur. Disusun dari berbagai sumber, berikut ini adalah alasan mengapa perlu mengambil cuti untuk berlibur:

1. Tubuh wajib diistirahatkan

Tony Schwartz, CEO dari perusahaan The Energy Project, mengaku kalau memberikan karyawannya jatah libur selama empat minggu dalam tahun pertama mereka bekerja. Ia melakukan hal tersebut karena percaya kalau tubuh juga perlu istirahat. Keputusan tersebut diambilnya berdasarkan penelitian dari Florida State University.

Florida State University mengatakan, dengan memberikan jeda di antara kegiatan, seseorang akan menjadi fokus dengan apa yang ia kerjakan bahkan meningkatkan kualitasnya.

2. Berliburlah secara singkat setiap minggu

Jangan pelit menghabiskan jatah cuti. Berlibur tidak perlu sampai sebulan penuh. Para karyawan yang sering berlibur secara singkat diketahui dapat kembali bekerja dengan giat, seperti yang dikutip dari penelitian firma akuntan Ernst and Young.

3. Menjadi pemimpin yang lebih bijaksana

Tidak hanya karyawan yang butuh libur. Dikutip dari penelitian perusahaan head-hunter, Korn/Ferry, sebanyak 84 persen dari 250 petinggi perusahaan menunda liburan mereka dikarenakan stres pekerjaan. Jennifer Deal, peneliti dari Center for Creative Leadership, para pemimpin perusahaan yang jarang liburan membuat para pekerjanya lebih tertekan dan stres. Jika tidak segera berlibur dikhawatirkan perilaku bos akan mengganggu stabilitas perusahaan.

(ard/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK