12 Sudut Indah Balai Kota DKI Jakarta

CNNIndonesia/Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2015 18:07 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Gedung Balai Kota DKI Jakarta dibuka untuk umum setiap akhir pekan, mulai hari ini, Sabtu (12/9), tanpa dipungut biaya.

Balai Kota DKI Jakarta resmi menjadi destinasi wisata seiring bunyi rampak gendang yang ditabuh oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  alias Ahok dan perwakilan DPRD DKI Ruddin Akbar Lubis.
Pengunjung berkesempatan berfoto bersama Ahok di Balai Kota. Destinasi wisata baru ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Buka mulai pukul 10.00-17.00 WIB. Area luar pukul 10.00-20.00 WIB.
Taman Kompleks Balai Kota, tepatnya di depan Gedung Blok G, Pemprov DKI, dilengkapi 10 kursi taman. Pengunjung bisa duduk santai sambil menikmati angin semilir dan berbincang bersama kawan atau keluarga.
Di pendopo atau teras Gedung Balai Kota, Anda juga bisa bersantai di kursi bergaya Betawi. Tempat ini biasa digunakan oleh warga ketika menunggu sebelum dipersilakan staf untuk menemui gubernur.
Pot bunga besar di atas meja bundar di Ruang Transit Tamu bergaya klasik ini tampak begitu mencolok. Ruangan ini juga dihiasi dua kaca besar, beberapa guci, dan lampu gantung kristal.
Sesuai namanya, Ruang Foto Gubernur memajang foto maupun lukisan wajah Gubernur DKI Jakarta dari masa ke masa, dari Suwirjo, Ali Sadikin, Sulistyo, Fauzi Bowo, Joko Widodo sampai Ahok.
Sebuah ruangan luas di tengah Gedung Balai Kota ini disebut Balairung. Di sini, anda bisa melihat desain proyek pembangunan Pemprov DKI. Ruang ini juga difungsikan untuk acara pelantikan pejabat DKI.
Menjajal rasanya menjadi pejabat tinggi DKI Jakarta di Ruang Rapat Pimpinan. Setiap Senin, Ahok, Wakil Gubernur, beserta jajarannya, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), juga direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengurai persoalan Ibu Kota.
Ruang Tim Pembebasan Urusan Tanah (TPUT) biasa digunakan oleh para pemimpin DKI untuk berkoordinasi dalam memutuskan urusan kebijakan pertanahan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan Ibu Kota.
Balai Agung biasa dipakai untuk acara tertentu yang digelar Pemprov DKI, perusahaan swasta, maupun lembaga dan kelompok masyarakat tertentu. Ukurannya lebih besar dibanding Balairung dan dilengkapi panggung.
Anda bisa menikmati alunan musik sambil duduk-duduk santai di teras Gedung Blok G. Tidak hanya pertunjukan musik, nantinya juga ada pertunjukkan lain, seperti tari.
Di Gerai Dekranasda di Gedung Blok G lantai 1 yang bertetangga dengan Balai Kota, anda bisa membeli kerajinan khas Jakarta. Sementara di Pelataran Blok B Balai Kota, disediakan kuliner untuk pengunjung oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.