Studi: Sabun Antibakteri Tidak Efektif Membunuh Kuman

Windratie, CNN Indonesia | Senin, 21/09/2015 08:57 WIB
Studi: Sabun Antibakteri Tidak Efektif Membunuh Kuman ilustrasi sabun
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak di antara kita yang berpikir bahwa sabun antibakteri memberikan perlindungan tambahan dari kuman. Namun, para peneliti menemukan bahwa sabun antibakteri tidak lebih efektif daripada sabun biasa dalam membunuh bakteri.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy, jutaan konsumen di Amerika Serikat memakai produk sabun tangan dan sabun cair antibakteri. Mereka menghabiskan hampir US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Di Inggris, pasar produk sabun mandi, yang meliputi sabun antibakteri dan sabun biasa bernilai sekitar £638 juta atau sekitar Rp 14 triliun pada 2014, berdasarkan perusahaan riset Mintel di London. Harapannya, produk antibakteri dapat memberikan perlindungan lebih dari kuman daripada sabun biasa, para peneliti melanjutkan.


Meski demikian, studi mereka mengungkap tidak ada perbedaan yang signifikan antara sabun antibakteri dan jenis yang biasa. Ilmuwan Korea memeriksa efek dari triclosan, bahan antiseptik aktif yang umumnya digunakan untuk sabun jenis ini.

Mereka meneliti seberapa efektif bahan kimia itu membunuh bakteri, dan mengujinya dengan 20 strain bakteri. Mereka menambahkan triclosan pada bakteri yang dihangatkan sampai 22 derajat Celsius (suhu ruangan) dan 40 derajat Celsius (suhu hangat) selama 20 menit. Tujannya adalah menciptakan kondisi ketika manusia biasanya mencuci tangan.

Mereka menggunakan konsentrasi triclosan 0,3 persen, yakni batas maksium yang diperbolehkan oleh undang-undang. Mereka menemukan bahwa triclosan secara signifikan membunuh bakteri setelah enam jam atau lebih, tapi tidak dalam waktu singkat ketika mencuci tangan.

Kemudian, mereka membandingkan kemampuan sabun antibakteri dan non-antibakteri untuk memusnahkan bakteri di tangan manusia dengan memakai 16 relawan dewasa sehat. Mereka menemukan, zat tersebut tidak lagi efektif.

Kedua percobaan mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara efek sabun biasa dan sabun antibakteri ketika digunakan untuk kondisi kehidupan nyata, katanya menyimpulkan. Penulis utama penelitian, Min-Suk Rhee dari Universitas Korea mengatakan, iklan dan keyakinan konsumen terhadap efektivitas sabun antibakteri perlu diluruskan.


(win/mer)