Mengapa Bernapas Berlebihan Bisa Berbahaya?

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2015 07:57 WIB
Mengapa Bernapas Berlebihan Bisa Berbahaya? Ilustrasi bernapas. (Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apakah Anda ingin mendapatkan tidur yang lebih baik, mengurangi berat badan, dan meningkatkan kehidupan seks tanpa usaha terlalu keras? Kedengarannya ini tidak masuk akal, tapi ada ilmu pengetahuan yang mendasarinya, mudah saja dengan cara menahan napas Anda, kata Louise Atkinson dari sebuah laman terkenal Inggris.

Sudah lama kita tahu, bernapas yang dalam baik untuk kita. Namun, sekarang para ilmuwan mengatakan bahwa mungkin kita bernapas terlalu banyak. Bahkan bernapas yang berlebihan, misalnya ketika Anda menghirup dan mengembuskan napas, atau jika Anda kerap mendesah atau menguap juga buruk bagi Anda.

The Oxygen Adavantage adalah buku yang ditulis oleh spesialis pernapasan Patrick McKeown. Dalam bukunya dia mengklaim, bahwa bernapas yang terlalu banyak bisa menjadi faktor berbagai penyakit termasuk kecemasan, kelelahan, insomnia, juga obesitas.


Pernah mengidap asma sewaktu kecil, McKeown menyelidi temuan medis Dr Konstantin Buteyko, yang memelopori teknik pernapasan khusus para astronaut. Mengikuti teknik ilmuwan Rusia tersebut, McKeown berhasil menyembuhkan penyakit asmanya, dan rupanya berhasil diterapkan untuk ribuan pasien lainnya.

McKeown percaya, dengan melakukan beberapa latihan sederhana setiap hari, Anda juga bisa mendapatkan perbaikan kesehatan mental dan fisik yang cepat.

Kenapa bernapas berlebihan buruk?

Ketika kita menghirup udara, oksigen masuk ke aliran darah kita, dan tubuh membuang produk limbah, karbondioksida, keluar dari aliran darah sebagai balasannya. Ketika kita mengembuskan napas, kita mengeluarkan karbondioksida tersebut.

Kita berasumsi bahwa tubuh tahu dengan refleks berapa banyak udara yang kita butuhkan, tapi itu tidak selalu terjadi. Dengan cara yang sama, Anda sering tidak merasa haus bahkan jika tubuh Anda mengalami dehidrasi.

Pesan di otak kita menjadi bingung, dan saat kita terengah-engah, ada kemungkinan tubuh kita sebetulnya perlu berhenti membuang karbondioksida. Itu karena karbondioksida memainkan peran penting dalam menentukan berapa banyak oksigen yang masuk ke aliran darah.

Jika Anda lelah, tubuh dan otak Anda tidak berfungsi dengan baik, mungkin Anda berpikir membutuhkan oksigen, tapi ada kemungkinan Anda memerlukan karbondioksida untuk melepaskan oksigen yang sudah Anda miliki sehingga otak dan tubuh dapat berfungsi efektif. Dengan kata lain, Anda perlu berhenti terengah-engah dan bernapas lebih tenang.

Bernapas dengan benar dapat turunkan berat badan

Bernapas berlebihan dapat menyebabkan penyempitan saluran udara, membatasi kemampuan tubuh Anda untuk mengoksidasi otot dan organ-organ. Kondisi tersebut  dapat menyempitkan pembuluh darah yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke jantung.

Bernapas yang tidak efektif juga dapat membuat Anda kelebihan berat badan. Karbondioksida memainkan peran penting dalam mengatur tingkat pH darah. Ini adalah ukuran seberapa asam atau basa darah Anda. Jika darah sangat asam, yang bisa terjadi jika makanan Anda tidak sehat, Anda akan cenderung bernapas berlebihan. Itu karena tubuh Anda mencoba membuang karbondioksida berlebihan untuk memperbaiki keseimbangan.

Jika darah Anda sangat basa, biasanya jika pola makan Anda kaya buah dan sayuran, pernapasan Anda akan berkurang untuk membiarkan tingkat karbondioksida meningkat dan mengembalikan pH. Orang-orang yang melatih kebiasaan bernapas akan mulai meningkatkan oksigen dalam darah, menekan nafsu makan, dan mendorong pemrosesan makanan yang lebih efisien.

(win/utw)