Anoreksia Nervosa, 'Masalah Perempuan' yang Juga Dialami Pria

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Senin, 05/10/2015 16:03 WIB
Selama ini hanya perempuan yang mengalami masalah anoreksia nervosa. Namun kenyataannya, banyak juga pria yang mengalami masalah ini. ilustrasi anoreksia (Thinkstock/Viktor Neimanis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama ini, selalu perempuan yang diidentikkan sebagai sosok yang punya pro-kontra untuk masalah ukuran tubuh. Saat perempuan terlalu gemuk, dia dianggap tak sesuai untuk gambaran kecantikan.

Namun saat dia terlalu kurus, dia dianggap sebagai contoh tak baik karena mengajarkan orang untuk jadi orang yang anoreksia atau bulimia.

Di sebuah negara dan budaya yang maju, banyak orang yang mendefinisikan anoreksia dan bulimia sebagai masalah perempuan. Hal ini mungkin terjadi lantaran banyak perempuan yang melakukan hal ini demi menjaga tubuhnya tetap langsing.


Mengutip Huffington Post, adanya anggapan ini tidaklah adil. Masalahnya, bukan cuma perempuan yang menderita gangguan makan tersebut. Pria-pria juga banyak yang mengalaminya, hanya saja kurang tersorot.

Memang benar bahwa lebih banyak perempuan yang mengalami gangguan makan, tapi tak berarti tak ada satu pun yang mengalami masalah ini.

Di Amerika misalnya, Deborah R. Glasofer, Asisten Profesor Psikologi Klinis dari Columbia University mengungkapkan bahwa ada seperempat kasus pria yang mengalami bulimia nervosa dan anoreksia.

Penelitian sebelumnya yang lebih sederhana menghasilkan data yang lebih mencengangkan. Sekitar sepersepuluh pria di Amerika ternyata menderita bulimia dan anoreksia nervosa.

Anoreksia nervosa adalah penyakit yang sangat berbahaya. Anoreksia adalah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan berat badan yang sehat. Dia juga mengalami ketakutan yang berlebihan terhadap berat badan berlebihan.

Angka kematian penderita anoreksia ini sama tingginya dengan tingkat kematian penderita penyakit jiwa.

"Yang seringkali terjadi adalah adanya kesalahpahaman bahwa masalah untuk mendapat tubuh ideal ini hanyalah masalah perempuan saja. Jika pria yang mengalami masalah ini, mereka seringkali dianggap salah diagnosis," kata Glasofer.

"Yang terpenting bagi saya, kondisi dan gejala ini hampir identik dengan kasus pada perempuan. Ini adalah soal proia yang kekurangan berat badan untuk tinggi mereka. Mereka takut makan lemak, berat badan naik."

Dia menambahkan, pria yang mengalami hal ini juga terobsesi dengan kalori makanan, olahraga dan penampilan. Penampilan dan bentuk tubuh diri mereka adalah cara utama mereka untuk mengevaluasi dirinya.

Bedanya laki-laki dan perempuan pengidap anoreksia

Tentu saja ada bedanya antara laki-laki dan perempuan yang mengindap anoreksia. Salah satunya adalah penyebab atau motivasi mereka sampai menyebabkan terjadinya hal ini.

Biasanya penyebab laki-laki dan perempuan pengidap anoreksia ini berbeda. Meskipun ada juga yang sama, yaitu untuk mengontrol penampilannya.

Selain itu, ada juga yang dianggap sebagai pembenaran untuk pria untuk menjaga tubuh mereka tetap langsing, antara lain untuk menambah kecepatan, kekuatan dan kemampuan serta kelincahan untuk bela diri.

Pria juga sering mengidap masalah ini karena adanya ketidakpuasan mereka terhadap kinerja fisik tubuhnya, bukan sekadar untuk penampilan.

Bagaimana cara mereka melakukan penolakan makanan masuk ke dalam tubuhnya juga berbeda.

Kalau perempuan biasanya menyalahgunakan obat pencahar, obat diuretik, dan juga pil pelangsing, pria tidak melakukan ini. Pria dinilai akan lebih mungkin mencoba berbagai penggunaan obat-obat ilegal yang disebut APED.

Pria pengidap anoreksia nervosa ini ternyata akan mengalami efek fisiologis yang sama dengan perempuan. Tubuh mereka akan terlihat kurus namun kesehatan psikologisnya menurun. Yang lebih parah, mungkin saja mereka berisiko besar untuk menderita malnutrisi. (chs/utw)