Beberapa tahun terakhir, dengan tingginya angka tenaga kerja Indonesia di Taiwan, banyak diantara mereka yang akhirnya menikah disana. Sayangnya, mereka kemudian kesulitan melegalisasi pernikahan tersebut. Untuk itulah kamar dagang di Taiwan, Indonesia Economic and Trade Office (IETO) Taipei, menawarkan pelayanan baru berupa fasilitas pernikahan yang dilakukan secara massal. IETO bekerjasama dengan Kementrian Agama Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, untuk pertama kalinya, Taiwan menggelar pernikahan massal warga negara Indonesia di Negeri Meteor Garden tersebut. Terdapat lima pasangan yang beruntung terpilih mengikuti acara nikah massal tersebut, yakni Onki Ardianto dan Atik Umaryati; Yudhi Hendarto dan Juharniatun; Moh.Zaenuri dan Teti Yulinda Fiyanti; Widi Endra Manto dan Umi Rohmawati; serta Qomarudin dan Lilis Handayani.
Acara pernikahan massal kelima pasangan itu berlangsung meriah. Terbagi dalam empat acara terpisah, yakni pre-wedding di Chiang Kai-shek Memorial Hall, seminggu sebelumnya, kemudian acara akad nikah yang dilanjutkan dengan resepsi, serta terakhir bulan madu pasangan di sebuah hotel mewah di Taipei.
“Ini adalah acara yang mengharukan. Kami jauh dari rumah dan keluarga, tapi kami bisa mendapatkan pernikahan impian,” kata salah satu mempelai pria, Yudhi Hendarto.
Pernikahan massal itu dihadiri oleh ratusan WNI dan masyarakat setempat, serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (les/les)