Studi: Soda dan Junk Food Bukan Penyebab Obesitas

Dina Agustina, CNN Indonesia | Selasa, 10/11/2015 17:54 WIB
Studi: Soda dan Junk Food Bukan Penyebab Obesitas Ilustrasi junk food (Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Makanan cepat saji dan minuman bersoda telah lama dianggap sebagai makanan buruk penyebab obesitas. Namun, studi baru mengatakan hal yang berbeda.  

Peneliti di Universitas Cornell menyebutkan bahwa makanan siap saji dan minuman soda bukanlah penyebab obesitas.  

Melansir Independent tidak ada bedanya antara orang yang makan banyak dengan mereka yang gemar makan makanan siap saji dan soda. Penelitian tersebut dipimpin oleh profesor David Just dan Brian Wansink yang diterbitkan dalam jurnal Obesity Science & Practice, menganalisis data Amerika antara tahun 2007 dan 2008 yang mengambil 5.000 responden, dan membandingkannya dengan data terbaru di tahun 2013 dan 2014.  


Studi ini menemukan bahwa minuman bersoda, permen, dan makanan cepat saji tidak berdampak pada Body Mass Index, yang artinya makanan dan minuman tersebut tidak berdampak pada kenaikan berat badan yang menyebabkan obesitas. Hasil ini dibuktikan dari 95% responden yang suka minum minuman bersoda dan makanan cepat saji, ternyata memiliki badan kurus.  Sebaliknya, obesitas sebenarnya terjadi karena jumlah kalori yang mereka konsumsi.  

"Makanan cepat saji dan minuman bersoda bukan satu-satunya hal yang menyebabkan obesitas," kata Just. 

Oleh sebab itu, pengendalian obesitas bisa mudah dilakukan dengan pola hidup sehat, termasuk menjaga konsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan dan sayuran, serta berolahraga secara teratur. 

Stacey Lockyer dari British Nutrition Foundation mengatakan bahwa studi tersebut membandingkan beberapa makanan jenis tertentu tanpa memberikan informasi mengenai ukuran dan porsi makanan yang dapat dikonsumsi, baik dari yang mempengaruhi jumlah kalori yang berasal dari makanan tersebut. (les/les)