Imbasnya, banyak penduduk perkotaan yang terkena sindrom metabolik, sehingga memicu penyakit seperti diabetes serta penyakit jantung dan kardiovaskuler.
Mengatasinya, tentu dengan beralih ke pola hidup sehat. Sayangnya, hal tersebut tidak mudah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir laman Daily Meal, seperti namanya, dalam pasta tersebut dimasukkan bakteri probiotik yang terbukti bisa meningkatkan fungsi pencernaan.
Pasta dipilih karena makanan tersebut merupakan comfort food yang juga jadi favorit banyak orang. Strain probiotik yang digunakan adalah Bacillus coagulans. Mereka juga memastikan, bakteri probiotik tersebut tidak akan mati ketika pasta dimasak dalam suhu tinggi.
Penemuan inovatif itu kemudian mereka publikasikan di Journal of Cereal Science.
“Jika pasta dimasak dalam suhu tinggi selama 5-7 menit, bakteri probiotik akan tetap membentuk koloni dan tetap stabil hingga dikonsumsi,” tulis para ilmuwan.
Sayangnya, pasta inovatif tersebut belum siap dipasarkan.
Penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa Bacillus coagulans bisa meningkatkan fungsi pencernaan dan mengurangi keluhan yang berkaitan dengan pencernaan seperti perut kembung serta konstipasi. Selain itu, Bacillus coagulans juga terbukti baik bagi penderita artritis rheumatoid. (les/les)