Dilaporkan oleh Independent, untuk penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Prooceedings of Interspeech ini, para peneliti merekam percakapan pada 100 sesi konseling pernikahan, selama dua tahun. Mereka kemudian melacak status pernikahan pasangan selama lima tahun berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mempelajari pasangan selama periode waktu tertentu menunjukkan bagaimana perasaaan pasangan yang sebenarnya, dan itu lebih akurat dibandingkan 'kode perilaku' yang dikembangkan oleh terapis, kata para peneliti.
“Para peneliti dan praktisi psikologi telah lama mengetahui bahwa cara berbicara dan mendiskusikan masalah pada pasangan memiliki implikasi penting akan sehatnya hubungan mereka,” tutur Brian Baucom dari Universitas Utah.
“Namun, kurangnya alat efisien dan dapat diandalkan untuk mengukur elemen penting dalam percakapan tersebut, menjadi hambatan utama dalam proses pemeriksaan klinis.” (les/les)