Periskop Mode 2016

Warna Lembut dan Segar Jadi Tren Musim Semi 2016

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2016 13:46 WIB
Warna Lembut dan Segar Jadi Tren Musim Semi 2016 Koleksi Didi Budiardjo di Jakarta Fashion Week 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tren warna adalah salah satu tren yang ditunggu-tunggu ketika musim baru datang. Sebab, tren warna baru akan menjadi patokan, terutama bagi tren fesyen dan desain. Tren warna untuk musim semi 2016 mengarah pada warna-warna yang terinspirasi dari keindahan alam, desain perkotaan dan vegetasi yang subur, yang pada akhirnya menciptakan kombinasi warna yang tak terduga.

Warna-warna tersebut antara lain rose quartz yang serupa dengan warna pink pastel yang terlihat begitu lembut, peach echo yaitu warna salem yang terang namun tetap terlihat lembut, serenity seperti warna ungu pastel kebiruan, snorkel blue yang serupa dengan biru gelap, dan buttercup berupa warna kuning menyala.

Ada juga limpet shell yang terlihat seperti warna pirus, lilac gray yang serupa dengan warna abu-abu, fiesta yang seperti warna merah, iced coffee yang serupa dengan warna kopi capucino, dan green flash yang seperti warna hijau muda yang tidak terlalu menyolok.


Warna-warna terang dan tajam. memberikan sentuhan semangat dan optimisme meskipun warna-warna pastel yang lembut dan tenag juga menjadi tren warna tahun ini. Direktur Eksekutif Pantone Color Institute Leatrice Eiseman mengatakan warna-warna tersebut tidak dibatasi oleh norma budaya dan gender. Tren warna ini juga berlaku untuk laki-laki dan perempuan.

"Warna musim ini membuat kita lebih bahagia, membawa kita ke tempat yang lebih cerah di mana kita bisa merasa bebas untuk mengekspresikan sisi jenaka dari diri kita yang sebenarnya," kata Eiseman. "Kami juga terus memberikan warna yang bernuansa lebih lembut yang menawarkan rasa tenang dan relaksasi."

Warna menenangkan yang dimaksud Eiseman, tahun ini diwakili oleh rose quartz. Kesan persuasif namun lembut yang ditimbulkannya menyiratkan sayang dan rasa ketenangan. Warna ini terinspirasi dari langit senja dan matahari terbenam, juga bunga-bunga yang masih kuncup.

Beberapa waktu lalu, komunitas fesyen dan konsumen telah jatuh cinta dengan warna oranye. Untuk musim ini Pantone telah menyiapkan warna peach echo yang menawarkan nuansa yang lebih ramah dan hangat. Warna serenity yang ringan, seperti biru muda yang keunguan, ternyata terinspirasi dari warna langit. Serenity memberikan efek menenangkan namun memberikan perasaan tangguh bahkan dalam masa penuh gejolak. Sementara itu, Eiseman mengatakan snorkel blue, kendati gelap, lebih bersifat ceria dan energik.

Selain warna-warna yang menenangkan, beberapa warna kontras juga terselip dalam tren warna musim semi 2016. Warna buttercup terlihat bersinar dan membawa nuansa yang lebih bahagia dan ceria. Tak jauh berbeda, limpet shell terlihat segar namun tetap lembut.

Warna fiesta bernuansa merah menyala juga membawa energi tinggi sebagai penanda kegembiraan. Fiesta yang menggambarkan kekuatan dan berapi-api menghadirkan kontras untuk warna-warna yang bernuansa menenagkan tahun ini. Green Flash juga memberikan nuansa yang tidak jauh berbeda. Warna hijau terang ini dipercaya bisa mendorong pemakainya untuk bereksplorasi.

Di sisi lain, lilac gray memberikan nuansa yang cukup berbeda dengan menghadirkan nuansa abu-abu klasik dan memberikan sentuhan netral. Ada juga iced coffee yang cukup kuat dan netral unutk musim ini. Nuansa bersahaja yang alami dengan kelembutan warna iced coffee dipercaya bisa menciptakan kestabilan di tahun ini. (les)