Cat di lantai kayunya pun sudah mulai memudar. Membayangkan ini, mungkin imajinasi langsung tergambar lukisan The Bedroom karya Vincent van Gogh. Tatanan benda di kamar itu hanyalah ada di dalam lukisan populer milik maestro besar tersebut. Namun itu dulu.
Jika Anda pernah membayangkan bisa merasakan bahkan tertidur pulas dengan selimut merah dan bantal super empuk ala lukisan van Gogh, Anda kini bisa merasakannya. Anda bisa merasakan sensasi kamar paling terkenal dalam sejarah seni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu kamar yang dibuat dengan gaya post impresionis ini merupakan bagian darui apartemen di dekat kampus di kawasan utara Chicago River North. Sebenarnya di apartemen tempat kamar ini dibuat memiliki wifi dan dapurnya sendiri. The Art Institute of Chicago pun berpartner dengan Airbnb untuk menyewakan kamar ini.
Hanya butuh US$10 per malam untuk dua orang agar bisa merasakan sendiri sensasi hidup di era van Gogh. Penyelenggara bahkan memberikan beberapa tiket ke pameran untuk membandingkan lukisan dan kamar ini.
The Bedroom sendiri dilukis pada tahun 1888. Dia pun menuliskan kalimat dalam lukisannya.
"Colour must be abundant in this part, its simplification adding a rank of grandee to the style applied to the objects, getting to suggest a certain rest or dream.
I have painted the walls pale violet. The ground with checked material. The wooden bed and the chairs, yellow like fresh butter; the sheet and the pillows, lemon light green. The bedspread, scarlet coloured. The window, green. The washbasin, orangey; the tank, blue. The doors, lilac. And, that is all.
There is not anything else in this room with closed shutters. The square pieces of furniture must express unswerving rest."
(chs/les)