Kematian lumba-lumba itu dikonfirmasi Vida Silvestre, perwakilan wildlife foundation di Argentina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video dan foto selfie para turis bersama lumba-lumba malang itu, sontak menimbulkan kegemparan di media sosial. Banyak yang mengecam aksi dungu itu.
CNN melaporkan, menyusul insiden tersebut, organisasi perlindungan hewan di Argentina mengeluarkan pernyataan yang melarang turis memindahkan lumba-lumba dari air. Dan jika ditemukan lumba-lumba di darat, siapapun harus segera mengembalikannya ke laut.
“Sangat penting agar orang-orang ikut menyelamatkan binatang. Semua aksi kecil masuk hitungan,” ujar Silvestre.
Lumba-lumba, yang umumnya pemalu pada manusia, banyak ditemukan di perairan Rio de La Plata dan pesisir Atlantik, antara Argentina dan Uruguay. Mereka juga kerap terlihat di pantai Brasil.
Lumba-lumba La Plata masuk dalam daftar binatang dilindungi, atau daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), setelah ratusan ekor ditangkap nelayan di tahun 60an.
Jenis lumba-lumba ini juga disebut sebagai lumba-lumba Franciscan berkat warna kulitnya yang merah kecoklatan, mirip dengan jubah biksu Franciscan. Mamalia laut ini seharusnya bisa hidup hingga 20 tahun di alam liar.
[Gambas:Youtube] (les)