Festival Cap Go Meh Singkawang Dongkrak Wisata Kalbar

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Senin, 22/02/2016 18:35 WIB
Festival Cap Go Meh Singkawang Dongkrak Wisata Kalbar Perayaan Cap Go Meh di Singkawang jadi daya tarik utama wisata Kalimantan Barat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Singkawang, CNN Indonesia -- Setiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan China, masyarakat etnis Tionghoa menggelar puncak acara tahun baru yang disebut Cap Go Meh. Di Singkawang, Cap Go Meh dirayakan dalam bentuk festival yang meriah.

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu, saat etnis Tionghoa dari suku Khek dan Hakka bermigrasi ke Kalimantan Barat.

Konon, suatu hari, warga di beberapa kampung terkena wabah penyakit. Masyarakat Tionghoa pun berinisiatif untuk mengadakan ritual tolak bala dengan berkeliling kota.


Ritual tersebut ternyata berhasil mengusir penyakit. Karena dianggap manjur menolak bala, hingga saat ini ritual tersebut masih dilakukan.

Dalam perkembangannya, Cap Go Meh di Singkawang tidak hanya menjadi bagian dari keragaman budaya saja. Perayaan Cap Go Meh menjelma menjadi agenda tahunan yang menarik banyak wisatawan ke Kota Singkawang setiap tahunnya.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esti Reko Astuti mengatakan acara Festival Cap Go Meh sudah tertata dengan baik sehingga bisa 'dijual'.

"Event ini yang paling tertata dan bisa dijual secara langsung oleh travel agent. Bisa diliat tadi wisatawan duduk rapi dan membeli paket tur dari berbagai daerah," kata Esti saat ditemui di Singkawang, Senin (22/2).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, banyak agen perjalanan yang membawa wisatawan dari berbagai daerah. Ada yang dari Palembang, Belitung, Padang, bahkan ada juga yang membawa wisatawan mancanegara. Semua memiliki tujuan yang sama yaitu menyaksikan Festival Cap Go Meh secara langsung.

"Kita pertama kali datang ke sini. Kesan-kesannya sangat menarik. Kami semua tertarik menyaksikan Cap Go Meh di Singkawang," kata Andreas Dermawan kepada CNNIndonesia.com.

Esti juga menyebut, Festival Cap Go Meh tahun ini berhasil meningkatkan angka kunjungan wisatawan sebanyak lima persen. Namun, ia tidak menyebut berapa angka pasti dari jumlah wisatawan tersebut.

Ia juga mengatakan acara tahunan tersebut mampu menyumbang 50 persen jumlah wisatawan untuk Provinsi Kalimantan Barat. "Angkanya cukup besar di Singkawang. Kunjungan terbesar ya di Cap Go Meh," ujar Esti.

Meski punya senjata pamungkas untuk mendatangkan wisatawan, Esti mengakui Singkawang masih punya kekurangan. Salah satunya adalah sulitnya akomodasi.

“Akomodasi di Singkawang masih kurang. Akses masih terbatas,” kata dia.

Misalnya saja untuk transportasi. Pemerintah setempat belum menyediakan akses mudah menuju Singkawang yang jaraknya cukup jauh dari Bandara Supadio, Pontianak. Waktu tempuhnya pun cukup lama, sekitar 3-4 jam.

Yang paling mungkin, wisatawan harus menggunakan kendaraan pribadi atau bus. Untungnya, jalan raya ke Singkawang termasuk mulus tak banyak kendala.

Meskipun begitu, Data dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang secara keseluruhan mencatat kunjungan wisatawan domestik dari tahun 2010 sampai 2015 terus mengalami peningkatan.

Tahun 2015 misalnya, berdasarkan data dari hotel-hotel di Kota Singkawang, kunjungan wisatawan nusantata jumlahnya mencapai 137.369 orang. Sedangkan tahun 2013 jumlah wisnus hanya mencapai 135.265 orang dan 125.163 orang pada 2013.

Untuk jumlah wisatawan mancanegara cenderung fluktuatif. Tahun 2013 jumlah wisatawan mancanegara mencapai 1.183 orang. Tahun 2014 jumlahnya naik mencapai 1.232 orang dan tahun 2015 jumlahnya kembali turun menjadi 1.139 orang. (les/les)