KBRI Madagaskar Gelar Diplomasi Kuliner

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2016 10:58 WIB
KBRI Madagaskar Gelar Diplomasi Kuliner Ilustrasi nasi tumpeng. (mufidpwt/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Antananarivo memperkenalkan kuliner Indonesia dalam acara yang bertajuk Konferensi Diplomasi Kuliner Pertama yang diselenggarakan Institut d'Etudes Politiques Madagascar (IEP) di Antananarivo, Madagaskar.

Kegiatan ini juga dihadiri Perwakilan Kementerian Pariwisata Transportasi dan Metereologi, Mr Francois Randrianamhandry, seperti yang disampaikan oleh KBRI Antananarivo melalui keterangan resmi yang dikutip oleh Antara pada Selasa (23/2).

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Kementerian Kebudayaan, perwakilan dari kedutaan besar dan perkumpulan mahasiswa asing seperti Kamerun, Comorros, Senegal dan Rwanda dengan narasumber Ahli Gastronomi Madagaskar, Mme Mariette Andrianjaka.


Kegiatan dibuka oleh Pimpinan IEP Mr Davide Rajaoan dan Kuasa Usaha Tetap KBRI Antananarivo Artanto S Wargadinata yang menyampaikan presentasi berjudul Diplomasi Gastronomi: Refleksi Identitas Nasional dan Kemajemukan Budaya-Diplomatie Gastronomie.

Artanto menyampaikan latar belakang letak strategis Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika serta 30 Ikon Makanan Nusantara, di antaranya Nasi Tumpeng yang mempunyai kedalaman makna budaya.

Ia juga memperkenalkan organisasi gastronomi di Indonesia, yakni Assosiasi Gastronomi Indonesia (IGA).

Dalam kesempatan itu, pengurus Dharma Wanita Persatuan KBRI Antananarivo memperkenalkan kuliner khas Indonesia, yakni Kue Lumpur, Nagasari Yogyakarta, Lumpia Semarang serta makanan olahan dari kedelai, yakni Tempe dan Juice/Susu Kedelai.

KBRI Antananarivo kemudian menyerahkan Kamus Bahasa Indonesia-Malagasy edisi ke-3 dan menyatakan akan membuka kesempatan bagi yang ingin belajar bahasa dan tarian Indonesia di KBRI.

(ard)