Menikmati Temaram Senja di Merlion Park Singapura

Christina Andhika Setyanti & Ranny Virginia Utami, CNN Indonesia | Senin, 29/02/2016 17:04 WIB
Menikmati Temaram Senja di Merlion Park Singapura Merlion Park adalah salah satu kawasan wisata populer di Singapura dengan pemandangan patung Merlion dan Hotel Marina Bay Sands yang dikelilingi lautan dan deretan gedung bertingkat. (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami)
Singapura, CNN Indonesia -- Singapura masih menjadi destinasi wisata yang paling digemari oleh turis Indonesia. Salah satu tempat turis yang kerap dituju oleh mereka adalah Merlion Park.

Turun dari stasiun MRT Raffles Place – stasiun terdekat jika ingin mengunjungi Merlion Park – rasa nostalgia langsung menghampiri. Desain bangunan lama stasiun ini mengingatkan akan masa penjajahan Inggris di Singapura.

Dalam perjalanan menuju Merlion, terlihat pemandangan menawan Sungai Singapura. Airnya yang bersih membuat para turis gemar berlama-lama di sekitar sungai, mengambil foto ataupun sekadar menikmati pemandangan.


Keluar dari stasiun MRT Raffles Place menuju Merlion Park, wisatawan bisa menikmati pemandangan indah Sungai Singapura. (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami)
Sesekali, beberapa perahu berisikan turis mancanegara pun lewat, diiringi dengan suara pemandu wisata. Hal seperti ini sangat tidak mungkin ditemui di Jakarta karena sungai yang ada kerap dipenuhi dengan sampah.

Semakin mengingatkan jejak Inggris di negeri ini kala Jembatan Cavenagh – salah satu jembatan tertua di Singapura – tampak berdiri kokoh memintas sungai. Warga lokal juga ramai berjalan santai atau bersepeda sore, tak kalah dengan turis asing yang tak habis-habisnya mengambil foto di lokasi bersejarah tersebut.

Pemandangan Jembatan Cavenagh dibuat tambah cantik dengan keberadaan Hotel Fullerton. Hotel ini merupakan salah satu bangunan di Singapura yang memiliki banyak sejarah.

Jembatan Cavenagh merupakan salah satu jembatan tertua di Singapura yang dibangun pada era penjajahan Inggris. (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami)


Hotel ini sendiri dinamakan atas Gubernur Robert Fullerton, gubernur pertama daerah jajahan Inggris di Asia Tenggara, dan dulu bangunan hotel digunakan untuk perkantoran.

Usai berjalan kurang lebih lima menit dari Jembatan Cavenagh, kini dua ikon Singapura yakni patung Merlion dan Hotel Marina Bay Sands sudah terlihat jelas. Tak terhitung banyaknya wisatawan yang ingin mengabadikan momen mereka bersama kedua ikon tersebut, terlebih di akhir pekan.

Banyak yang berkata bahwa Merlion bukan lagi tujuan wisata yang menarik. Padahal sebenarnya, kawasan ini sangat menyenangkan bagi mereka yang ingin duduk santai, berjalan-jalan atau ikut berkeliling Sungai Singapura dengan menggunakan perahu.

Senja menyembul disusul cahaya alam yang meredup. Kemudian digantikan dengan pekatnya malam dengan hiasan lampu-lampu yag bersinar. Merlion Park semakin ramai akan khalayak yang ingin menikmati senja.

Pertunjukan laser warna-warni Marina Bay Sands dapat terlihat dengan jelas dari Merlion Park, mengundang decak kagum para wisatawan. (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami)
Menikmati senja di kawasan ini bukan sekadar menanti matahari pulang ke peraduannya dan menyisakan cahaya jingga yang cantik. Namun menikmati senja sambil menanti bulan berganti malam juga membuat hati penuh harap untuk menanti pertunjukkan cahaya yang cantik.

Tepat pukul 20.00 waktu setempat, acara utama di area ini dimulai yaitu pertunjukan laser Marina Bay Sands. Cahaya laser ini memantul di hamparan sungai, menghasilkan bayang-bayang cahaya yang indah dan mengundang decak kagum para wisatawan yang sudah menunggu lama.

Pertunjukkan laser yang dipadu dengan pertunjukkan air ini jadi hal unik bagi wisatawan. Cahaya laser indah, dengan kombinasi aneka bentuk air mancur yang memantulkan gambar sebagai pelengkap sebuah cerita bagi penonton. Pertunjukkan ini memiliki jalan ceritanya sendiri, yaitu tentang perjalanan hidup manusia dari bayi sampai dewasa.