Delapan Kota di Sumsel Dilintasi Gerhana Matahari Total

Rosmiyati Dewi Kandi, CNN Indonesia | Kamis, 03/03/2016 10:33 WIB
Delapan Kota di Sumsel Dilintasi Gerhana Matahari Total Ilustrasi gerhana matahari. (Thinkstock/ohishiistk)
Palembang, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gerhana matahari total (GMT) pada 9 Maret 2016 dapat disaksikan di delapan kota Provinsi Sumatra Selatan.

Berdasarkan pengamatan melalui satelit, GMT dapat disaksikan masyarakat Kota Palembang, Lubuklinggau, Rupit, Muarabeliti, Talang Ubi, Sekayu, Pangkalanbalai, dan Indralaya.

“Pada saat terjadi peristiwa GMT, diperkirakan cuaca di delapan wilayah Sumsel cukup mendukung untuk masyarakat di ruangan terbuka menyaksikan GMT,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama, di Palembang, Kamis (3/3), seperti dikutip dari Antara.


Indra mengatakan, masyarakat yang ingin menyaksikan momen tersebut hendaknya menyiapkan kaca mata khusus. Hal tersebut karena GMT sangat berbahaya bagi kesehatan mata jika dilihat secara langsung tanpa menggunakan alat pelindung atau kaca mata khusus yang dapat menyaring cahaya matahari.

Apalagi, cahaya matahari saat GMT akan lebih tajam dibanding kondisi normal. Menurut dia, Kota Palembang menjadi salah satu dari 11 kota di Indonesia yang menjadi pusat kegiatan wisata Gerhana Matahari Total.

Beberapa kota yang dilintasi GMT yakni Palembang dengan durasi atau lama waktu berlangsungnya fenomena alam itu sekitar 1 menit 52 detik yang diperkirakan mulai terjadi pada Rabu (9/3) pagi sekitar pukul 06.20 WIB.

Kemudian Bangka 2 menit 8 detik pada pukul 06.20 WIB, Belitung 2:10 detik pukul 06.20 WIB, Sampit 2:08 detik pukul 06.23 WIB, Palangkaraya 2:29 detik pukul 06.23 WIB.

Balikpapan 1:09 detik pukul 07.25 WIB, Palu 2:04 detik pukul 07.27 WITA, Poso 2:40 detik pukul 07.28 WITA, Luwuk 2:50 detik pukul 07.30 WITA, Ternate 2:39 detik pukul 08.36 WIT, dan Halmahera 1:36 detik pukul 08.37 WIT.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Selatan Herlan Aspiudin menjelaskan, konsep wisata GMT yang disiapkan dan dipromosikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi setempat cukup diminati wisatawan asing.

"Sekarang ini sejumlah hotel berbintang di Palembang telah menerima pesanan kamar dari warga asal 12 negara yang akan menyaksikan fenomena alam langka GMT dari atas Jembatan Ampera," ujar Herlan.

Berdasarkan data dari sejumlah hotel, ratusan orang asing dari 12 negara seperti Singapura, Malaysia, Prancis, Inggris, Jerman, Belgia, Belanda, dan Amerika Serikat bersama warga Palembang dan daerah lain akan menyaksikan GMT.

Untuk menyambut tamu asing itu, hotel-hotel di Bumi Sriwijaya ini telah melakukan berbagai persiapan sesuai dengan permintaan seperti menu makanan sesuai selera tamu masing-masing negara. (rdk)