Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Oncology itu, menggunakan responden lebih dari 130 ribu orang, demi mengetahui hubungan aspirin dengan kanker. Data yang digunakan merupakan kelanjutan dari studi sebelumnya, total terkumpul data selama 32 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun para peneliti tidak menemukan keterkaitan penggunaan rutin aspirin dengan pengurangan kanker lainnya seperti payudara, prostat, dan paru-paru.
Manfaat dari aspirin ini dapat dirasakan dengan memulai penggunaan kadar rendah, atau setengah dari dosis aspirin per pekan. Masih belum jelas penyebab mengapa efek aspirin begitu kuat pada kanker di bagian pencernaan.
Namun penulis menduga aspirin mungkin bekerja pada bagian awal pembentukan kanker. Mengonsumsi aspirin secara rutin dapat mencegah pertumbuhan kanker kolorektal atau tumbuhnya tumor ganas dari dinding bagian dalam kolon, atau usus besar, sebanyak delapan hingga 17 persen.
Efek ini akan terasa pada orang dengan usia di atas 50 tahun.
Tetapi penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan aspirin secara rutin dapat menimbulkan perdarahan internal. Selain itu belum ditemukan cukup bukti penggunaan aspirin secara rutin dan kaitannya dengan penyakit jantung ataupun stroke. (end/les)