Baru-baru ini terdapat penelitian yang mengidentifikasi pilihan makanan dengan profil gizi di Amerika Serikat. Caranya dengan menganalisis tiga juta geo-tagged unggahan orang-orang di Instagram—yang memperlihatkan bahwa makanan merupakan subjek yang sama besarnya dengan foto selfie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Departemen Pertanian mengidentifikasi mereka berdasarkan ketersediaan makanan segar di sana,” kata Munmun De Choudhury, penulis utama penelitian, seperti dikutip DNA India.
“Instagram benar-benar memberi gambaran tentang apa yang benar-benar dimakan oleh kelompok tertentu. Hal tersebut membuka kesempatan peneliti untuk meneliti mereka dengan cara baru.”
Pasalnya, dalam kalangan tersebut, mereka lebih sering mengunggah makanan, seperti daging babi, mayones, dan kue kering.
Berbanding terbalik dengan hal tersebut, para peneliti juga menemukan hasil yang menjelaskan bahwa orang dengan akses lebih baik ke toko sembako akan mengunggah foto makanan-makanan bernutrisi, seperti bagel, kubis, dan hummus.
Bila diklasifikasikan, orang yang tinggal di bagian tenggara yang terbatas akses akan lebih sering mengonsumsi bacon, kentang, dan bubur jagung. Sedangkan yang memiliki akses akan mengonsumsi collard hijau, jeruk, dan buah persik.
Di wilayah Midwest ada hamburger, hot dog, dan sandung lamur yang berbanding dengan kacang-kacangan, bayam, dan kubis.
Di barat ada pie, daging sapi, dan sosis yang berbanding dengan quinoa, buah apel, dan kepiting. Dan di Barat Baya ada barbeque, daging babi, dan burrito versus tomat, asparagus, dan pisang.
"Buah-buahan dan sayuran adalah perbedaan terbesar," kata Choudhury.
Ia menambahkan, "48 persen dari kelompok tidak berbatas akses banyak yang mengunggah foto buah dan sayur. Sedangkan, di tempat yang terbatas hanya terdapat 33 persen." (sil/sil)