WHO Cabut Pernyataan Guinea Bebas Ebola

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 23/03/2016 17:30 WIB
WHO Cabut Pernyataan Guinea Bebas Ebola Kampanye anti Ebola di Abdijan, September 2014 lalu. (REUTERS/Luc Gnago)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hanya kurang dari tiga bulan sejak bebas dari wabah Ebola, Guinea harus kembali berurusan dengan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dalam pernyataan resminya bahwa telah ditemukan kembali kasus Ebola di Guinea setelah dinyatakan bebas wabah pada 29 Desember 2015.

Menurut rilis resmi di laman WHO, laporan pertama kali datang pada 16 Maret lalu tentang kematian misterius di Koropara, sebuah desa di Guinea. Bukan sekedar kematian yang tak diketahui, keluarga korban juga menunjukkan beberapa gejala yang mirip dengan Ebola.

Mendapatkan peringatan tersebut, WHO kemudian menginvestigasi lebih lanjut dengan uji laboratorium terhadap keluarga korban, beberapa di antaranya adalah seorang ibu dan anak berusia lima tahun. Hasil uji lab menunjukkan keluarga tersebut positif mengidap Ebola.


Ebola atau Ebola Virus Disease (EVD) atau Ebola Hemorrhagic Fever (EHF) merupakan penyakit yang menyerang manusia juga primata. Gejala yang ditimbulkan dari infeksi virus ini adalah demam, sakit tenggorokan, sakit pada bagian otot, dan sakit kepala.

Gejala lanjutan yang muncul adalah mual, diare, yang kemudian diikuti dengan penurunan fungsi hati serta ginjal. Pada beberapa kasus, ebola menyebabkan penderita mengalami perdarahan.

Ebola termasuk penyakit yang berbahaya, sebanyak 20 hingga 90 persen pengidap Ebola dapat meninggal. Kemampuan mematikan dari virus ini menyebabkan Guinea ditetapkan sebagai darurat Ebola pada Maret 2014.

Penyebaran yang masif membuat ebola menjadi perhatian dunia, terutama di sekitar Guinea seperti Liberia dan Sierra Leone. Setidaknya hingga 17 Maret 2016, tercatat Ebola membuat lebih dari 28 ribu orang terinfeksi dan 11 ribu orang kehilangan nyawa.

Desember lalu, Guinea dinyatakan bersih Ebola, namun penyebaran di Sierra Leone masih dalam penanganan. Akan tetapi, saat wabah Ebola Sierra Leone mulai terkendali, virus tersebut kembali muncul di Guinea.

"WHO tetap berusaha menekan penyebaran Ebola di Sierra Leone, sama juga seperti pada Liberia dan Guinea yang masih rentan terjadinya wabah Ebola. Mengingat sulitnya virus hilang dari tubuh korban, kami meminta masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan gejala Ebola," tulis WHO.

Sejauh ini, WHO bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan setempat telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi merebaknya Ebola. WHO mengerahkan berbagai ahli dari epidemolog, vaksinator, penyuluh, hingga antropolog guna mencegah penyebaran. (end/les)