Para Penanti Paskah di Larantuka

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Kamis, 24/03/2016 07:00 WIB

Larantuka, Nusa Tenggara Timur, CNN Indonesia -- Empat hari sebelum Tri Hari Suci Paskah digelar, Larantuka didatangi ribuan peziarah dari berbagai penjuru. Mereka datang lewat darat, laut dan udara.

Dua biarawati berjalan menuju pesawat penerbangan ke Larantuka dari Kupang, Nusa Tenggara, Timur, Senin, 21 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Para peziarah tiba menggunakan kapal laut di Pelabuhan Larantuka, Rabu, 23 Maret 2016. Umumnya, peziarah yang menggunakan kapal berasal dari pulau-pulau di sekitar Larantuka. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Biarawati didampingi salah satu warga Larantuka menuju Kapel Tuhan Ana, Rabu, 23 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Beberapa kapel tradisional di Larantuka menyiapkan tempat berdoa tepat di pesisir pantai. Salah satunya seperti di Taman Doa Kapel Tuhan Meninu, Rabu, 23 Maret 2016.  (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Warga bersiap mendirikan tiga salib besar pada Rabu Abu, sebelum trewa dimulai, Rabu, 23 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Warga memasang tiga salib besar di samping patung Mater Dolorosa, yang merupakan salah satu reca identitas kota Larantuka, Rabu, 23 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Salah satu armida (tempat persinggahan pada prosesi Jumat Agung) didirikan di depan Kapel Tuhan Ma, Rabu, 23 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Warga Larantuka mengaji Tuan Mardomu Pintu Tuan Ma dan Tuan Ana di Kapel Tuhan Ma, Rabu, 23 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Umat Katholik menggenggam rosario saat mengaji dan melakukan lamentasi di Kapela Tuhan Ma, Rabu, 23 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Umat Katholik mengikuti lamentasi yang berisi tiga nyanyian ratapan sebagai tanda mengenang kesengsaraan Yesus. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Umat Katholik menyanyikan tiga ratapan yang diikuti dengan bacaan Injil, khotbah, menyanyikan lagu Miserere dan Signor Deo dan diakhiri dengan berkat penutup di Kapel Tuhan Ma, Rabu, 23 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Usai mengaji di dalam kapel, anak-anak dan remaja Larantuka melakukan trewa atau membunyi-bunyikan seng di jalanan pertanda duka atas kesengsaraan Yesus dimulai, Rabu, 23 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Puluhan anak menyeret lembaran seng sambil berteriak
Usai bolak-balik melakukan trewa, anak-anak dan remaja Larantuka beristirahat di tepi jalan depan Kapel Tuhan Ma, Rabu, 23 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Lembaran-lembaran seng yang digunakan dalam aksi Trewa dibuang ke laut di depan Kapel Tuan Ma setelah acara Rabu Trewa selesai, Rabu, 23 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)