Perusahaan yang didirikan sejak tahun 1953 oleh pengusaha media yang dikenal berpenampilan eksentrik, Hugh Hefner, tersebut telah menunjuk Moelis & Company untuk memproses penjualan aset-asetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keputusan untuk menjual rumah besar itu memunculkan banyak calon pembeli yang tertarik. Hasilnya sendiri masih belum jelas," kata sumber.
Para calon pembeli yang berasal dari perusahaan media tradisional hingga koalisi pengusaha mengincar aset dengan nama yang sudah mendunia itu. Nama Playboy Enterprise sendiri dianggap dapat dijadikan aset untuk diluaskan menjadi klub dan restoran-restoran mewah di seluruh dunia.
Perusahaan Playboy mengalami penurunan sejak beberapa dekade belakangan. Sirkulasi atau oplah majalah turun hingga 800 ribu dari angka 5,6 juta yang dicapai pada tahun 1975.
Sebelumnya, majalah Playboy juga telah mengumumkan rencana mereka untuk tak lagi mempublikasikan foto telanjang. Chief Executive Playboy, Scott Flanders menilai saat ini orang sudah dapat melihat foto-foto seperti yang ditampilkan dalam Playboy hanya dengan menjentikkan jari.
(meg)