Tiga Dekade Berkiprah, Majalah 'FHM' Resmi Tutup

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Jumat, 08/01/2016 11:25 WIB
Tiga Dekade Berkiprah, Majalah 'FHM' Resmi Tutup Holly Willoughby jadi model sampul majalah FHM edisi terakhir. (Stuart C. Wilson/Getty Images))
Jakarta, CNN Indonesia -- Majalah laki-laki For Him Magazine (FHM) telah resmi ditutup pada hari ini (8/1) setelah menerbitkan edisi terakhirnya yang menampilkan seorang model bernama Holly Willoughby di halaman depan. Setelah 35 tahun memuaskan fantasi kaum pria di dunia, akhirnya FHM berhenti diterbitkan.

Willoughby, yang sempat menjadi model halaman depan FHM pada 2008 itu, mengatakan bahwa dia sedih harus mengucap selamat tinggal untuk majalah yang telah membesarkan namanya itu.

“Ini adalah akhir dari sebuah era, dan menjadi model majalah depan dari edisi terakhir majalah FHM adalah sebuah kehormatan bagi diri saya,” ujar Willoughby, dikutip The Telegraph.


“Kami telah tumbuh bersama, sekarang saya sudah memiliki 3 anak dan FHM telah memiliki 314 edisi. Dengan hati yang berat, ini adalah waktunya untuk mengatakan selamat tinggal,” ujar model yang sekaligus bekerja sebagai pembawa acara itu.

FHM adalah salah satu majalah pria khusus dewasa tertua di dunia, pertama kali terbit pada tahun 1985. Model dan aktris ternama di dunia seperti Jennifer Lopez, Halle Berry, Megan Fox, serta Madonna pernah menjadi model sampul majalah tersebut.

Mengutip pernyataan penerbit FHM, Bauer Media, penghasilan yang mereka dapatkan menurun hingga 20 persen setiap tahunnya. Pada November lalu pun mereka sudah mengumumkan penutupan FHM dan juga majalah Zoo.

Hal ini pun juga terjadi dengan majalah khusus pria dewasa lainnya, yakni Playboy. Mereka pun mulai mengurangi foto-foto vulgar di majalah mereka, untuk menghindari nasib buruk yang kini dirasakan FHM.

Selain itu, masyarakat dunia mulai menganggap bahwa majalah dan media cetak lainnya sudah kuno. Mereka pun lebih memilih media online sebagai pusat informasi mereka. Terlebih media online pun dapat diakses secara cuma-cuma.

Hal itu pun juga dikatakan oleh Scott Flander, salah satu petinggi Playboy, yang mengatakan bahwa saat ini informasi untuk pria dewasa akan dapat didapatkan secara gratis melalui internet. Selain Flander, salah satu editor senior di FHM, Martin Daubney, pun mengatakan hal serupa. Ia menganggap bahwa majalah khusus pria dewasa sudah lebih ramai digandrungi di media online.

“Ini adalah hari yang sedih bagi media percetakan, dan juga pria di Inggris, generasi yang menganggap bahwa FHM adalah suatu hal yang seksi, lucu, dan sangat berguna.” (les)