Selain itu, minuman ini juga memiliki kandungan karbohidrat sekitar 3-6 persen per 100 ml. Minuman isotonik ini lebih mudah diserap tubuh dan membantu meningkatkan kadar glukosa darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter Elvina Karyadi, Direktur Micronutrient Initiative mengungkapkan bahwa minuman isotonik sangat berbeda dengan air putih.
"Minuman isotonik harusnya digunakan sebagai minuman untuk pengembali cairan tubuh atau rehidrasi," katanya. "Kalau sekadar dehidrasi ringan, minum air putih saja sudah cukup."
Dia menambahkan, ketika minuman isotonik tak digunakan dengan benar maka minuman ini akan menimbulkan berbagai dampak buruk dari tubuh. Grace Tumbelaka, dokter spesialis kesehatan olahraga dari RS Jakarta mengungkapkan minuman isotonik seharusnya dikonsumsi orang-orang yang mengalami dehidrasi ringan, atau orang yang berolahraga dalam intensitas tinggi dan lebih dari satu jam.
"Yang pasti, minuman isotonik itu mengandung gula. Gula itu akan menambah kalori," ujarnya.
"Penambahan kalori, walaupun kandungan gulanya tidak terlalu banyak dalam isotonik, tapi kalau keseringan akan membuat tubuh jadi gemuk."
Hanya saja, kata Grace, kalau ini tak berarti kalau Anda tak boleh menikmati minuman ini ketika tak sedang olahraga atau pun saat sedang dehidrasi ringan. Minuman ini boleh dikonsumsi sesekali saja, tidak dalam artian menggantikan air putih sebagai minuman sehari-hari.
(chs)